Peluit
Prrrriiiiiitttttttttt!!!!!
Begitulah kira-kira bunyinya, tanpa variasi bunyi, tanpa perpindahan nada. Menggunakan media sangat sederhana, berbahan dasar plastik, dan di dalamnya terdapat sebentuk bola yang bila ditiup akan bergetar. Menghentak pada dinding-dinding plastik, barulah kemudian terdengar bunyi istimewa ini. Istimewa karena perangkat sederhana ini, dipegang oleh beberapa orang yang bukan sembarangan. Polisi, wasit, tukang parkir, biasa menggunakan perkakas ini. Pemegang peluit haruslah tahu kapan saat yang tepat untuk membunyikannya, bahkan lebih jauh, juga memperhatikan tempat dimana peluit akan dibunyikan.
Eh bukankah peluit menjadi tidak sederhana lagi? Peluit menjadi penanda, kapan permainan sepak bola mulai dimainkan, dan diakhiri. Kapan terjadi gol, atau mungkin bahkan pemicu, seperti genderang bagi kesenangan bernama amuk suporter. Bunyinya berarti uang yang keluar, bila saat yang sama anda ditilang karena melanggar lampu merah. Peluit menjadi peringatan, bermacam arti dan makna yang melatar belakangi.
Harapan, keinginan, muara dari kesenangan atau sebuah hulu dari duka panjang. Bisa dan mungkin ditentukan oleh bunyi peluit. Saat detik-detik injury time, sebuah gol menjadi penentu kemenangan, namun mendadak musnah hanya karena bunyi istimewa ini.
Mercu suar di ujung selatan Pulau Jawa, di Pantai Pandansari menjadi penanda. Menjadi peringatan bagi kapal-kapal yang berlayar di Samudera Hindia. Berarti penentu arah, berarti adanya sebuah pulau yang harus dihindari, atau sebuah tempat pemberhentian.
Tak jauh dari mercu suar ini, sampah pun menjadi peringatan. Keponggahan bernama kesewenangan pada ibu pertiwi, bukan lagi sekedar ranting, bungkus shampoo, deterjen atau sandal putus. Sampah yang dibawa oleh sungai, diterima dengan ikhlas oleh samudera. Sebelum kemudian, dihempaskan di bibir pantai oleh buaian ombak. Percintaan samudera dan pantai, telah menghasilkan anak-anak bernama sampah. Seandainya saja dibiarkan, mungkin akan menutup mercu suar. Menenggelamkannya dalam gunungan sampah, dalam timbunan plastik, sandal atau ranting juga kutang.
Sampah juga akan mungkin menggantikan pasir yang lazim menyelusup di sesela jejari kaki. Menimbulkan sensasi geli menyehatkan, atau tersasar di kelindan rambut gadis. Menjadi pembenaran untuk membersihkannya, atau sebenarnya itu adalah belaian?
Tangan-tangan kecil kami siang itu, tidak berarti apa-apa. Sejumput sampah yang kami ambil hari ini. Dibayar tunai, dengan beronggok yang akan datang kemudian. Tak dapat semua kami bersihkan, masih ada yang menelusup di balik tumbuhan pantai yang bikin gatal. Masih ada yang jumawa, karena panas menjadi penghalang. Ah tapi semoga dengan sedikit yang kami kumpulkan hari itu, menjadi peringatan. Semacam ajakan yang akan didengar oleh telinga-telinga di tempat lain. Ditindaklanjuti oleh tangan-tangan di tempat lain, untuk memungut, atau menahan diri tidak membuangnya di sembarang tempat.
Hingga kemudian, mercu suar masih berdiri tegak. Masih menjadi penanda dan peringatan. Membantu para pelaut yang tidak dapat melihat bintang karena awan menutupi. Membantu ibu tua penjaga warung, pun tukang parkir, tentu juga penjaga loket masuk yang hanya bisa korupsi sedikit. Membantu pasir di pantai tetap bertebaran, hingga pengunjung pun datang. Juga pasangan-pasangan yang berbelaian, mungkin untuk mencari pasir yang tersasar di kelindan rambut.
Peringatan juga penanda itu, memang bermacam ragam bentuknya. Seperti kecelakaan yang menimpa ayah teman saya, bukan karena srempetan atau senggolan. Entah bagaimana tiba-tiba ban meletus dan jatuh dengan sendirinya. Peringatan juga datang, dalam bentuk lelahnya jiwa yang kini hanya meninggalkan pusara, menjadi komoditi media, dan pengibaran setengah tiang bendera.
Semoga saja peringatan ini, adalah penanda seperti semburat senja. Sunset indah yang menandakan keseimbangan kosmos berubah. Saat terang meraja menjadi gelap yang membawa berita duka. Tapi, bukankah besok akan ada lagi fajar? Yakinlah…
__________________________________________________________
Aih, sebenarnya ini adalah laporan kopdar Bekisar minggu kemaren. Namun entah bagaimana malah menjadi seperti ini. Foto atau hal lain yang biasa ada dan biasa menjadi sajian, bisa ditemukan di rumah sahabat-sahabat yang lain. Akhirnya, selamat menikmati…
Postingan ini didukung sepenuhnya oleh :

60 comments so far
Leave a reply

laporan yg sangat indah
Goop:::
aih, dikau becanda ya sobat???
terima kasih
lain dari yang lain..
cool
Goop:::
aih, terima kasih sobat
*spicles…
Goop:::
*
lha….???!!!
*
jadi peluit itu fungsinya macem-macem ya… tergantung selera si peniup peluit.
eh tapi foto kopdarnya mana????
Goop:::
*
yup tante, tergantung siapa yang meniup
foto…???
nghhh ga ada *
ini yg saya suka dari blogmu,.. permainan kata-katanya ruar biasa..
Goop:::
hiayahhhh….
hanya sekedar bertutur sobat, terima kasih
laporan kopdar yang tampil beda; khas Mas Goop. Saya sih ndak pernah merasa gerah kalo mendengar peluit yang ditiup oleh orang2 yang punya kekuasaan itu. yang sering membuat hati saya bergetar apabila mendengar peluit yang ditiup oleh Malaikat menjelang berakhirnya sebuah peradaban. Di situlah konon akan tampak benar siapa sesungguhnya kita.
Goop:::
*
wuihhh iya pak bener banget, dan namanya sangkakala ya??
wah… kalo itu syerem juga eh??
*
Hohoho, ber-arti kalian sambil bersih-bersih sambil maen bola yaks Goop
Goop:::
eh pengennya sih gitu Bang,
tapi g jadi karena panas banget
paman paling bisa menulis kata2 yang …..
selalu berbeda ya. lain dari pada yang lain.
senja selalu ada. namun aku selalu bertanya, akan samakah senja hari ini dan senja esoknya?
Goop:::
ah terima kasih ci…
mungkin senja tidak sama memang,
tapi boleh kan kita berharap akan datangnya fajar
[...] Uncle Goop : Peluit [...]
Goop:::
wah syukurlah sudah masuk,
makasih tuan anto
pluit……aku ingat pluit kapal, ketika dulu harga tiket pesawat tak terbeli olehku (sampai kini sih) maka aku pulang naik kapal. Ketika pluit kapal berbunyi maka seluruh penumpang kapal harus bergegas menaiki kapal sebab jika terlambat mereka akan ditinggalkan oleh kapal. Mungkin hampir sama dengan kehidupan, ketika pluit kebenaran memanggil maka bersegeralah datang kepadaNya sebelum terlambat karena waktu terus berjalan meninggalkan kita.
sampah……. ada kehidupan disana juga ada kesedihan disana. Ada orang yang menggantungkan hidupnya dari sampah, semua orang membuang sampah, dan beberapa orang diantaranya akhirnya menjadi sampah kehidupan.
Saya kagum dengan pemilihan kata-kata dalam postingan anda, terangkai indah dan membuatku terpana olehnya.
——-Maju Truz Uncle——–
Goop:::
terima kasih tuan daeng
hanya mencoba bertutur, dan penegasan tuan daeng juga tidak kalah indahnya
saya yang duduk di sblh sendal di sblh timur pohon pas kumpul2
Goop:::

oh iya ya… padahal di sebelah kiri saya berarti
halah maaf, ingatan jangka pendek saya kurang bagus
apa lagi jangka panjang
terima kasih tuan, sudah mampir di sini
loh kemarin sampeyan jadi wasit juga toh..huahauhauhua…
Goop:::
*
eh, seingat saya sih tidak….
*
rantai tulisan yang indah
regard
Goop:::
aih, terima kasih sobat…
hanya mencoba bertutur sahaja…
makasih juga sudah mampir di mari
memang njenengan berbakat banget menulis bergaya future, juga sangat apik merangkai fragmen demi fragmen peristiwa dalam kaitan yang tematik dan saya sangat iri dengan itu..
Slamat, njenengan berhasil membuat saya iri..
Goop:::

hahaha… pak gempur bisa ajah
makasih pak… jangan iri lah… g baik katanya
btw, saya malah bingung, bergaya future itu seperti apa sih?? (serius ga ngerti)
judul nya inopatip… jauh banget dari report kopdar sampah
Goop:::
hahaha… maaf lha sobat, itu yang pertama terpikir soalnya
waw . .. . sumpah klo belum pernah ketemu.. pasti saya pikir klo sampeyan seumuran sama ndoro kakung ..
Goop:::
hahaha… wah jangan disamakan dengan ndoro dunk…
saya belum ada apa-apanya tuan
Laporannya jadi kayak gini….dan tanpa fotoku…
Goop:::
*
aduh maaf Goen…
lha tapi, buat apa photo kamuh??? rugi kaleee *
Bukan unclegoop kalo ngga gini,
Tulisan begini nih orang bandung bilang mah nyeni,
So jangan lupa ma rencana nyang diobrolin kemarin ini,
kopdar nyang dimanapun ketemunya nanti,
Goop:::
aih.. aih si akang…
paling bisa nulis comment ber-rima
membuat hilang sedih jadi tawa
bout rencananya,
bila semesta ijinkan ya kang
semoga…
photonyah….
Goop:::
maaf sobat, saya tidak dilengkapi dengan kamdig
yah begini inih adanya
oh jadi filosofi bentuk bangunan mercusuar itu seperti peluitnya pak kepala stasiun mungkin ya…
Goop:::
Jah…. ko bisa gitu yak??
aih aih… ya beda lah tuan
wew, pakdeh memang otre begete deh merangkai katanya, begini nih kalo seorang seleblog lagi nulis. kreatif dan inspiratif begete….
Goop:::
haiyah… seleb apanya??
makasih ya tuan… kapan inih manggung lagee???
manstabs …..
sayang busnya keburu dateng, jadi gak bisa maen bola/volly pantai.
.::he509x™::.
Goop:::
iya eh, padahal saya sudah niat mau nonton
lha??!!
Laporan KOPDAR yang SMART .. baguuussss !!! *gaya ceriwis*
Goop:::
hahaha…
Bang Erander bisa ajah
bener lain daripada yang lain
Goop:::
hayah… hanya mencoba bertutut tuan
makasih sudah nyampai disini
laporan kopdarnya saya terima. silahkan kembali ke studio.
goop,katanya nga pintar cerita, ini kok bisa bagus laporannya.
prrrriiiittt…….balik ke tempat!
Goop:::

ah kak ina ini lho
saya jadi maloe
lha… balik ke tempat pake priiiitttt??
perintah yg aneh
laporan kopdarnya saya terima. silahkan kembali ke studio.
goop,katanya nga pintar cerita, ini kok bisa bagus laporannya.
prrrriiiittt…….balik ke tempat!
Goop:::
aih.. aih… semangat kalee…
sampai dua kaleee
Hmm … saya kira seperti postingan kemarin mengenai kegilaan atas kegelisahan mengamati
dan juga untuk segera menikmatipenari sampe mabuk. Ternyata ini merupakan sebuah laporan perjalanan …ah sobat, dirimu memang aneh bin ajaib, bisa saja laporan pertemuan kau buat pula jadi sebuah tulisan yang begitu puitis. Jangan-jangan kau juga pintar mendramatisasi keadaan, sampai-sampai saat marahpun kau ucap dalam rangkaian kata-kata yang indah
Goop:::
hahaha…
waduh kalo marah gimana yak… mungkin saya akan diam malahan
tulisan paman goop selalu menghanyutkan, peringatan bisa berarti bayak yaa paman, kalau peringatan 17 Agustus kira-kira sama gak yaa? haha
Jadi salah satu hasil kopdar adalah peduli lingkungan, bagus, bagus.
Goop:::
semestinya peringatan 17 Agustus juga bermacam makna Pak…
ah tapi kurang tau juga sih, karena makna itu berbeda tiap individu
Oalah..tentang blogger Bekisar toh..yah..ga bisa komen..wong ga ikut..huhuuhu..
Goop:::

makanya ikutan… seru koq
wah, sampe nemuin kutang? nemuin peluit juga ndak mas?
*sedih kemaren ndak bisa ikutan*
Goop:::
eh peluit? ga nemu tuh…
lha ko nda’ ikutan itu kemana??
makasih ya dan mampir disini…
mana photo2nya..
mau liat muka paman…
Argh…
Goop:::
*
aih… buat apa… ntar kamuh naksir lagi
hahaha….
saya kan buruk rupa tapi mempesona moerz
*dirajam*
*
saya masih ndak ngerti hubungannya apa??
Goop:::
hahaha…
sadarlah sobat, barangkali dikau masih mabuk
laporan kopdar yang aneh.
Serasa mirip tulisan siapa gitu….
Goop:::
hyaduh… aneh bagaimana tuan???
lha memang mirip siapa?
[...] menunggu info dari Dapurhosting, saya iseng menyapa Paman Goop lewat YM yang kebetulan sedang OL. Bloger macho yang masih betah membujang itu sedikit menghibur [...]
Goop:::
*
ah ya pak…
semoga semua cepat beres… dan kekhawatiran kita semalam tidak benar-benar terjadi
*
wahai guruku, tulisan guru mbikin murid guru ini ngakak..
bukan karena jelek loh, guru. tapi kejelian guru menangkap suasana itu ckckck…
Goop:::
lha… lha…
maka dari itu muridku… yang sabar ya??
lha?! *hubungannya apa??*
*dimassa*
Paman memang tiada duanya,
kapan2 terima order buatin laporan gak paman
Goop:::
eh boleh…
asal harga sesuai yak
terima kasih sobat
@Peringatan juga datang, dalam bentuk lelahnya jiwa yang kini hanya meninggalkan pusara, menjadi komoditi media, dan pengibaran setengah tiang bendera@
bukah pada zamanya dia berkuasa dan berlanjut sampai kini
Bunyi pluit berarti uang yang keluar, bila saat yang sama anda ditilang karena melanggar lampu merah
akh mudah2an paman
bendera setengah tiang itu di kibarkan tidak menampikan kepergian elang alamanda dan munir dan perjuangan teman2 pada taon 98 yang lalu, tidak melupakan tetes darah mereka,
Reformasi di busukan karakternya,
pengibaran bendera setengah tiang itu membuat kroni2nya bahagia..karena semua kebejatan mereka akan terkubur bersama pluit kematianya.
akh paman lagi2 ngak nyambung yak hehhehhe
Goop:::
wah ternyata peringatan itu yang kau tangkap saudari…
aih, kelihatannya dikau geram sekali yak…
iya… semoga tidak seperti air di atas daun…
yang hilang dan dilupakan…
tulisannya keren. saya bisa membayangkan suasana disana…
lebih bagus kalau dikasih skrinsut..
Goop:::
hahaha…
neng cK ini… kenapa ga dibayangin aja
oiya… emang ga ada skrinsut neng… karena saya tidak dilengkapi dengan kamera digital
bujubusetttt…sampah aja bisa dibikin puitis begini…..
wuah, jd berasa romatis ya, yg kemaren itu…padahal…..
Goop:::
*
hahaha…
padahal apa??
*
nambahin om, peluit juga biasa saya pake buat pramuka-an, buat morse gitu…
Goop:::
wah dulu saya ga terlalu akurr sama Bantara…
istilahnya gitu sih di tempat saya
oiya… bisa juga memang untuk sandi itu ya…
peluit kematian ada gaa yaaa
*bingung????*
Goop:::
aduh….
*ikut-ikutan bingung aja deh*
Walah…
Tak kirain situ ketangkep polisi ndak makek helm…..
Goop:::
aih…
ohm mBell ini logh
pemilihan kata-katanya dahsyat. Saya senang membacanya, suiip banget dah
Goop:::
haiyahhh… akang bisa ajah
makasih ya kang, sudah mampir disini
priiittttt……!!!!
*hhmm, dt koq malah jd keinget ama tkng parkir yah??!*
btw, wuiihh.. keren tuh kopdar-a mas..
sekalian bersihin lingkungan gitu..
positif bgt..!!
*kyk org hamil aja yah pake positif2an*
Goop:::
ah dt ini
siapa yg hamil dt??? bukan karena saya kan??
Kalimat bagus dan cerdas … Tangan-tangan kecil kami siang itu, tidak berarti apa-apa
Goop:::
aih, makasih pak ersis…
hanya mencoba bertutur saja eh…
Styler baru ini…
Btw, pnasaran sama wajah goop…
Goop:::
waduh… saya ini buruk rupa tapi mempesona hahaha….
Halah, mo nulis style kok jadi styler….
Goop:::
ough, salah tulis ternyata…
pantas saya bingung tadi…
makasih ya mas… sudah mampir disini…
“………Peluit menjadi penanda, kapan permainan sepak bola mulai dimainkan, dan diakhiri………”
peluit juga menjadi penanda kapan kehidupan berakhir……
makanya kita jangan terlalu bernafsu dg permainan hidup…
kan gak lucu… pas lagi seru2x-nya ‘nendang bola kehidupan’, trus.. Pritttttttt………
Goop:::
ah tuan kepala suku, selalu melihat dimensi yang luput dari pandangan saya…
sip…
terima kasih tuan
ikut nimbrung ja dey
be te we lam knal yaw
Goop:::
salam kenal juga…
makasih ya sudah mampir disini
[...] PLUIT Paman [...]
Goop:::
wah-wah, tuan daeng mau kemana yak??
Wah, good posting so touchy, mengkaitkan sesuatu yang biasa dengan hal yang luar biasa lainnya…. proud 4 u… gitadevi
Goop:::
aih, makasih git…
hanya mencoba bertutur saja koq
wew.. cara pemaparan yang berbeda.. bagus!
Goop:::
ah hanya mencoba bertutur tuan, makasih yak…
[...] 10. Uncle Goop : Peluit, [...]
Goop:::
makasih kang link-nya
wew,,laporan na keren abis pak,,salut…
Goop:::
wah makasih ika…
hanya mencoba bertutur ko,
oiya makasih juga sudah mampir
[...] Uncle Goop : Peluit [...]
Goop:::
makasih tuan link-nya
beda, lain daripada yang lain
Goop:::
waduh, makasih Bang!!
hanya mencoba bertutur
[...] Pandansari lo^^). Yap, ketika itu, beliau adalah yg pertama absen di pendopo cafe. Disusul oleh Uncle Goop (eh ternyata bukan….waduh, trus sapa ya yang dateng waktu itu?? maap untuk yang [...]
Goop:::
wakaka…
salah orang ya mbak meth??
saya baru membaca lengkap postingan ini ….
INDAHHH SEKALIII
Goop:::
walah…. telattt
eh iya, makasih kang, hanya mencoba bertutur sahaja koq
Ikut baca-baca yah…
Salam
Goop:::
silakeun…
terima kasih sudah mampir dimari
top markotop…sip
Goop:::
makasih mas