Archive for September, 2007|Monthly archive page

Malam-malam Ramadhan 2

Catatan 24.00 – 05.00

Tak banyak cerita di sekitaran tengah malam, tidur menjadi pilihan hampir semua makhluk. Meski mungkin pungguk masih juga mengangguk-angguk sambil terkantuk. Kalong entahlah, tak pernah tau aktivitas makhluk satu ini, mungkin dia sudah temukan buah matang, sedang menikmatinya, atau bahkan sedang putus asa karena buah matang semakin jarang dia temukan, sudah teronggok diatas meja mereka yang buka, terpenjara rapi di etalase mall, atau sekedar terserak di pasar tradisional yang kian kumuh.
Sekelompok peronda, duduk memutar kian mendekat, larut dalam permainan kartu yang itu-itu juga, berputar-putar sampai kartu lecek tak terasa. Berbatang putung menjadi saksi, berapa paru-paru yang telah teracuni, semakin berkurang jumlahnya dalam pak yang lecek di kantung tipis karena uang sudah tak ada guna membeli batang demi batang, atau pak demi pak. Tapi mereka harus terjaga, menunaikan kewajiban sesuai jatah yang menjadi keputusan bersama.

“kamu dimana goop waktu itu??” kata teman saya
“aku ya di kamar kosku tidur, pake selimut tebal, memeluk guling yang bau itu.” jawab saya
“lah koq kamu tau, situasi waktu itu?” kata teman saya lagi
“hayo ngarang to, gitu aja ko repot!!” jawab saya sekenanya
Dari tarikan wajahnya saya tau, teman saya sedang berfikir keras, ha mbok ben, wong jawaban ngawur ko difikir batin saya
Baca lebih lanjut

Iklan