Pulang (2)

Telah letih langkahku dan terasa berat

Cukup banyak kesalahan ku buat

Di mimpiku kudengar bunyi suaramu

Yang memanggil ku pulang ke dalam hatimu

Karna hanyalah hatimu rumah terindah

 

Ku kan pulang tunggu aku didekat pintumu

Cintamu padaku tuntun jalanku

 

Telah letih jalanku dan terasa berat

Ku kan pulang ke hatimu rumah terindah

Ku pulang ke hatimu rumah terindah

 

Telah letih langkahku dan terasa berat

Cukup banyak kesalahan kubuat

Di mimpiku ku dengar bunyi suaramu

Yang memanggil ku pulang ke dalam hatimu

Karna hanyalah hatimu rumah terindah

-Shela, OST. 9 Naga-

 

Hati

Wuah maaf-maaf, sekali lagi pulang memikat hati saya. Tapi marilah kita melihatnya bersama-sama. Pulang yang kemarin saya singgung adalah pulang ke rumah. Namun saat ini saya ingin berbagi mengenai hati. Mungkinkah hati seperti rumah? yang berarti tempat untuk pulang?

Orang bijak pernah berkata, hati terlalu luas untuk seseorang. Mungkinkah seseorang ini seorang kekasih?? kemudian kenapa terlalu luas, dan kenapa hanya seorang?? Entahlah, mungkin sebaiknya kita biarkan saja menjadi tanya yang menunggu jawab.

Kebanyakan orang pasti akan mencari hubungan, misalnya saya memasukkan sebuah lirik lagu di bagian atas, kemudian akan coba dicari hubungannya pada teks-teks dibawahnya, benar tak?? Sayang sekali, saya termasuk seseorang yang nyaman dengan kemapanan, sehingga pola yang sama itu agaknya juga akan saya tiru. Dasar sehingga saya harus meniru terutama karena saya suka lagu itu secara lengkap, bukan hanya karena lirik lagunya, namun juga karena musikalitasnya. Seandainya saya seorang komponis tentu saya tau bagaimana partiture lagu tersebut dan kiranya dapat memberikan comment yang sesuai. Tidak hanya asal kasih comment : “speech controlnya kurang tu!!”, atau “Baju kamu bagus tapi pliss dech, saya pikir kamu bisa lebih bagus dari pada yang barusan”. Semoga saya tidak termasuk orang yang merugi, dengan terjebak pada comment-comment seperti itu (saya ga benci ko dengan hal kayak gini, cuman males aja dengernya, :P).

-Jadi inget, pan lagi puasa mas, sebaiknya mbok ya jangan nyindir sini nyindir sana!!-

Ingatan yang menyeruak barusan menyadarkan saya. Menuntun saya kepada alasan kedua mengapa saya menyukai lagu Shela tersebut. Aha, kiranya lagu tersebut kembali menceritakan tentang pulang. Betapa perjalanan menumpulkan batin seseorang, betapa langkah kaki bisa menggelayut seperti bayangan yang enggan lepas. Berat sekali sehingga lelah, penat, bosan dan putus asa, menjadi satu.

Jika menurut lirik diatas, kembali solusi dari semua itu adalah pulang. Mungkin ide awalnya sama dengan Pulang saya yang terdahulu, alasan-alasan yang sama, suasana dan harapan yang sama. Namun kenapa harus ke hati?? Mungkin karena hati terlalu luas untuk seseorang barangkali?? Mungkin juga karena hati adalah rumah terindah bisa juga barangkali?? Atau mungkin kah hanya hati yang bisa memaafkan begitu banyak kesalahan??

Tentu ada syarat tertentu sehingga hati mampu mengelaborasi semua kesalahan, lelah dan penat tadi. Hanya hatimu yang mampu melakukannya, karena hatimu adalah rumah terindah. Dan kamu adalah suara yang memanggil di mimpiku, membangunkanku dengan senyum mengembang, dan air mata menggenang.

Akhirnya cintamu padaku tuntun jalanku, Ku kan pulang tunggu aku didekat pintumu….

 

 

 

 

7 comments so far

  1. gembulz on

    aku juga mau pulang pra…

  2. goop on

    Yuuukkk, ati-ati pak mbulz

  3. piets on

    “Pulang”….

    Sebuah kata yang juga diambil Happy Salma untuk buku perdananya..

    Nda tau kenapa dewo juga pake kata ini…
    mungkin karena pulang bisa menenangkan hati yang sedih dan gundah..?

    Atau bisa menentramkan rasa rindu yang amat sangat terhadap sesuatu atau seseorang..? nda tau juga…

    tapi pernah ada seseorang yang nulis gini :
    ” when someone is in your heart, they’re never trully gone. They can come back to you, even at unlikely times”

    Apakah dewo ‘suka’ dengan pulang karena memang dia ‘ingin’ pulang..?
    or….
    Apakah dewo ‘ingin’ pulang karena memang dia ‘suka’ pulang..?

    Tapi satu yang pasti…Dewo ‘pasti’ pulang apapun yang ia rasakan..dan seperti apapun rasa dia saat itu…

  4. goop on

    @piets

    Kenapa ko milih pulang, karena pulang itu multi interpretasi, bila curt cobain suka kepada kata yang digabung (misal=nevermind) maka saya suka kepada sebuah kata yang multi interpretasi seperti pulang ini.

    Benarkah happy salma buat buku, dan pakai pulang sebagai judul??
    *hmmm jangan-jangan dia ikut-ikutan saya (ge er mode lagi on)*

    Seperti burung pipiet yang pulang ke sangkarnya di waktu sore, tentu dia ‘ingin’ dan ‘suka’ pulang, ‘ingin’ karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk terbang, ‘suka’ karena itu berarti berkumpul dengan keluarga, jadi saya ‘suka’ dan ‘ingin’ pulang tanpa harus di bolak-balik.

    Yap, semua akan pulang, dan pulang yang itu, masih menunggu ide, agar menjadi salah satu postingan disini.

    *Btw dewo tu siapa?? saat ini saya adalah goop, dan biarkanlah begitu*

  5. jiki on

    maka pulanglah om
    Dia telah menunggumu😆

    Goop:::
    yupe, makasih…
    hehe

  6. qzink666 on

    Om Dewo???
    *ngakak guling-guling*
    kok kesannya kayak nama om-om hidung belang di sinetron indonesia yak..😀
    eh, om Dewo gak lagi kencan sama abege kan??
    *ngakak lagi*

    Goop:::
    apa inih??😎

  7. vero on

    pulang…..bisa jadi artinya balik lagi ke titik nol. Merubah semuanya jdi lebih baik lagi🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: