Go-blog-kah-Blog-Saya??!!

Dalam sebuah blog, saya temukan rangkaian kata berikut ini…

-Padahal saya tidak ada melakukan ‘perjalanan’ ke blog lain atau tebar pesona lewat komen gak mutu maupun pingback sana sini-

Seorang teman (sebut saja dia “mung isoh komen”), menggunakan YM mengetik tidak karuan seperti berikut :

“mung isoh komen”: mbok blogke diisi sing intelek
“mung isoh komen”: analisis2
“mung isoh komen”: opo
“mung isoh komen”: peta
“mung isoh komen”: po
“mung isoh komen”: citra
“mung isoh komen”: po liane
“mung isoh komen”: biasa bangert

Busyet…oya maaf bagi yang tidak memahami sepenuhnya nukilan dari percakapan YM tersebut. Busyet (lagi) seperti ada tonjokan keras di ulu hati (yang ini sekedar mendramatisir kawan). Dua comment tersebut jelas menimbulkan reaksi dari saya pribadi. Dua-duanya mengandung kebenaran, namun dua-duanya juga layak untuk diperbincangkan.

Di tengah pekerjaan yang tidak terlalu menumpuk, berjalan-jalan di blog lain. Meninggalkan beberapa comment, terutama pada blog yang keren, dikenal luas di dunia blog, kemudian disamping itu juga menarik, apakah salahnya??

Benar memang sedikit banyak tebar pesona, benar pula meninggalkan sekedar jejak dengan maksud hati, agar orang yang membaca blog lain melihat eksistensi saya, dan mungkin punya kesempatan untuk mengikuti jejak tersebut dan sampai pada url saya, sekedar mampir atau mungkin meninggalkan comment, tentulah sebuah kebanggaan.

Bukankah sudah sewajarnya, saya bersusah payah menulis disini, menuangkan ide merangkaikan kata, membentuk sejalin cerita, harapannya tentu agar ada yang membaca. Agar ide yang mengendap ini bisa bebas keluar, bertukar pengalaman membagi kenangan. Menurut saya, seorang yang baru belajar menulis justru harus lebih banyak membaca, mempelajari, membandingkan, menemukan ide. Seperti juga saya, saya biarkan diri saya tersesat dalam dunia blog yang sunyi namun ramai ide ini, demi apakah?? Tentu sebuah cara pandang baru, sebuah pengalaman baru, ide segar, atau sekedar mengisi waktu? Beragam alasan yang mungkin muncul dan bisa saya ungkapkan tentang alasan saya berkeliling mengunjungi para empu blog, termasuk juga penulis kata-kata diatas itu..

Namun benarkah, ada hak seseorang untuk membatasi kegiatan orang lain yang notabene tidak mengganggu kepentingan umum?? Bapak anda saya bukan, ibu anda apa lagi, sahabat tidak, saudara juga tidak. Anda berhak melakukan apa saja asal hal itu tidak menyinggung saya.

“Sebenarnya dimana sih Goop yang bikin kau tersinggung?” kata teman saya.

Loh, sudah jelas kan kata-katanya sesuai dengan keadaan saya, klik sana klik sini, baca blog ini, baca blog anu. Ketemu yang bagus kasih comment inilah, itulah, sok kenal, sok dekat. Saya banget tuch…!!! Memangnya setelah dia bisa bikin blog bagus berhak gitu, menyinggung orang lain yang lagi belajar?? Yang mencoba menemukan jati diri? (ini kok sepertinya terlalu berlebihan ya?). Memang sih blognya bagus, udah gitu commentnya seabreg, sampai ga sempet dia kelihatannya menjawab satu persatu.

“Jadi Goop, kamu iri apa bagaimana??” kata teman saya lagi (masih yang itu)

(kepada teman saya, saya berkata dalam hati) Asyem, ni orang malah menantang saya lagi, seperti menyiram cuka diatas luka, laksana mengipasi arang yang sudah membara. Mencari perkara dia ini!!

Tapi seketika itu pula, suara lain mengingatkan saya, seperti bisikan saja lembut namun makin lama kian jelas. Kemudian coba saya dengar dengan seksama, kiranya benar barangkali saya iri dengan blog bliau yang sudah lebih dulu ada. Dimana dari blognya sudah mengalir comment-comment seabreg, atau mungkin juga lembaran-lembaran dolar. Barangkali ada keinginan yang belum tergapai dari saya, yang sudah tergapai olehnya. Menjadi masalah bagi saya, namun kemenangan baginya.

Akhirnya, untuk rangkaian kata yang paling atas, saya hanya bisa mendongkol, membenarkannya sambil bertekad untuk melakukan sesuatu yang lain, dari pada sekedar baca-baca blog orang lain, sekedar ninggalin comment-comment ga mutu, dari pada sekedar pingback sana sini, saya akan menuliskan sesuatu, seperti sekarang ini. Menulis di blog saya sendiri, tentang apa saja, bebas tanpa batasan. Meski baca-baca kasih comment dan pingback, tetap saja bukanlah sebuah kesalahan dan akan tetap saya lakukan, melakukannya membuat saya seperti tenggelam, enggan berenang justru ikhlas terbawa arus.

Sekarang comment yang kedua, berasal dari sahabat baik. Sejenis orang usil yang diekspresikan dengan cara yang salah menurut saya (jadi belum tentu salah menurut dia). Sengaja saya kabarkan kepadanya tentang blog saya ini, sehingga dia bisa ikut membaca, kasih comment apa saran apa bagaimana, gitu. Satu hal yang saya lupa, ya itu tadi jenis manusia langka yang melekat pada dirinya, hobi bikin orang jengah, marah dan emosi. Begitulah kegiatannya, mencoba mencari kesalahan dalam karya orang lain, kiranya banyak ya jenis manusia kayak gini?? Mencecap kepuasan ketika lawan bicaranya mati kutu atau terpancing emosinya.

Memang sejenak saya terkesima dengan semua ketikan gak karuannya itu, namun dengan kegesitan tiada terkira saya pun coba mengelak, menghindar dari semua serangannya atau sekedar mematahkan serangannya sehingga tidak mengarah pada bagian-bagian yang berbahaya di tubuh saya (ingat kho ping hoo, yang masih belum selesai). Ingin saya balas mengumpatnya (tapi ingat baru puasa), atau setidaknya mengirimkan balasan serangan yang cukup menohok, saya tau pasti dimana letak kelemahannya. Namun untunglah semua itu tidak jadi saya lakukan, saya masih cukup sabar, meski masih juga tidak sabar untuk sekedar membalas mengatakan :

GOOP:
GOOP: mbok kowe gawe dewe
GOOP: tak deloke
GOOP:

Sekali lagi maaf bagi yang penguasaan ilmu kasusastran kurang lengkap, dan tidak memahami perkataan saya ini. Intinya saya mengundangnya untuk membuat blog, dan saya akan melihatnya, memberikan comment dan semacamnya. Jadi benar-benar undangan yang bagus bukan?? (setidaknya menurut saya)

Jadi sekarang ini, saya masih dalam tahap menunggu jawaban darinya, karena layak kiranya sebagai catatan, selepas saya mengeluarkan jurus pamungkas saya tersebut kemudian dia sign out, entah kemana. Akan saya lihat apakah dia mampu menampilkan sebuah blog yang luar biasa, yang berisi sesuatu yang intelek, yang keren menurutnya (namun masih menunggu pembuktian, menurut saya). Ini bukan tantangan kawan, bukan pula dendam namun hanyalah sekedar ajang pembuktian, ingin kulihat sejauh mana kemampuanmu dan betapa bunyimu tidak sedap di dengar. Saya ingin melihat apakah dia itu hanya sedang kentut tidak sadar, atau memang sepenuh kesadaran dirinya??

“Goop, maaf ni ya..tapi kamu ga sadar apa? kalo blogmu emang biasa, ga menarik dan bikin bosan??” kata teman saya, yang itu lagi.

Saya nanar memandang teman saya, dari ubun-ubun dan kepala saya keluar asap putih mengepul bergulung-gulung (asli ini bo’ongan, ga mungkin keluar asap dari ubun-ubun dan telinga, kecuali kalo pas ngrokok, itupun cuma dari hidung dan mulut saja). Saya cuman mau bilang kalo saya marah sekali, ga sadar apa teman saya ini sudah di kasih angin sekali tadi?? Ach tapi lagi-lagi sebuah suara tak nampak mengingatkan saya, saya liat blog saya dan muncul pertanyaan, benarkah biasa saja??

12 comments so far

  1. MiaW on

    Sebelum bisa berlari, harus belajar berjalan dulu.
    Sebelum bisa berjalan, harus belajar merangkak terlebih dahulu.
    Begitu juga dengan menulis, dengan seringnya berlatih maka suatu saat pasti bisa sekaliber GM.
    tetap semangat ya..

  2. goop on

    @miaw

    Bukan main, kiranya miaw sejenis kucing (bener ga?) yang benar-benar berpandangan awas dan bijaksana. Thanks Mi…

    *trus berlagak sedang semangat baca-baca dan belajar nulis*

  3. hoek on

    “-Padahal saya tidak ada melakukan ‘perjalanan’ ke blog lain atau tebar pesona lewat komen gak mutu maupun pingback sana sini-”

    sefertinya saia fernah membaca komen itu…hmm..dimana ya…^^

    salam knal kawan! terima kasih ya suda berkunjung di blog saia! ko’ nyantumin komen yang itu ndak fake link sih? biar yang nulis itu ngerti, ya ndak? hehehe

    skali lagi makasi yah!

  4. goop on

    @hoek…

    Salam kenal juga, maaf belum tau cara kasih link (lebih lengkap, ada di halaman sebelah), makasih juga sudah berkunjung kesini.

  5. Resta on

    semangat goop…!!!

  6. goop on

    @Resta

    Matur Nuwun Ta…!!!

  7. beratz on

    loh kalo pingin dikeal emang harus kasih komen ke orang laen. biar dia juga tau kita. tapi paling ndak terdiri dari 2 suku kata contohnya : Komen ah….
    hahahahahhaa

  8. goop on

    @beratz
    Komen ah….

    *sedang berfikir kata apa yang pas untuk isi titik2*

  9. rini on

    bayi aja harus merangkak untuk bisa berjalan, harus makan untuk bisa tumbuh, harus tawaddu untuk bisa menjadi besar.
    sukses terus buatmu goop…

  10. goop on

    @rini

    Thank You rin..
    tapi saya kan bukan bayi,
    emang tawadu bisa bikin jadi besar?? baru tau…. *hehe lagi error*

  11. warmorning on

    ah om goop ini, gitu aja emosmian, ojo nesu to pa de’ saya aje cuek jalan kesaono-sini, nulis opo ae, mutu gak mutu sing penting mudheng..*ngomong opo kowe dul*

  12. goop on

    @warm
    Iyo sama, saya juga masih tuh, sampai sekarang wara-wiri istilahnya “blogwalking”😀 dan saya juga ga nesu ko kawan, cuma ga seneng aja:mrgreen: but, sekarang si sudah ok..:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: