Archive for Oktober, 2007|Monthly archive page

Pesta Rakyat Namanya

Cerita dari rumah kakek yang ada di kaki gunung sumbing.

Tempat saya dilahirkan itu sampai sekarang belum banyak yang berubah. Kecuali jalanan yang sudah beraspal mulus, membelah permukiman menjadi beberap blok. Sungai-sungai yang mengelilingi desa masih mengalirkan jernihnya air, maklum daerah hulu yang menjadikan polusi belum banyak terjadi, demikian juga erosi masih terlampau sedikit untuk sekedar mengeruhkan air. Hanya saat ini debitnya sudah agak berkurang, mungkin karena gunung sudah tak berpohon, menjadikan air lebih senang mengalir bebas.

Dinginnya masih sama, angin yang berlimpah di saat panas terik juga tetap membuat sejuk. Kabut dipagi hari juga lebih tebal, demikian halnya disore hari awan jenuh mengirimkan tetesan air. Selimut dan jaket bukan lagi tuntutan mode, namun sudah menjadi kebutuhan untuk menyamankan sedikit suasana.

Kebersamaan dengan alam dan rasa syukur atas semua karunia selalu mewarnai setiap gerak langkah. Seperti halnya siang dan malam itu, suasana pasca lebaran masih belum hilang. Kegembiraan selepas panen tembakau juga masih tergambar jelas. Dua alasan yang cukup untuk menyelenggarakan sebuah partunjukan seni. Tapi jangan salah, bukan orgen tunggal, bukan wayangan, bukan ketoprak namun kuda kepang dan lengger yang diadakan.

Baca lebih lanjut