Merangkai Puzzle

Awal Desember 2007

Dunia adalah papan puzzle dan kita, serta unsur-unsur lainnya adalah buah-buah puzzle itu. Seperti halnya puzzle, ada ketidak sempurnaan bentuk, ada kekurangan yang kemudian akan diisi, atau saling mengisi. Hingga pada akhirnya, terciptalah gambaran akhir dari sebuah rangkaian puzzle, yang tercetak lengkap di papan-nya. Menjadi gambaran binatang, gadis cantik, mobil atau pesawat, tentu terserah sang pembuat puzzle.

Bayangkan andaikata puzzle-puzzle itu mempunyai bentuk yang sama, kotak-kotak semua, atau segi enam semua, bila lingkaran agaknya tidak bisa ya, karena pasti akan tercipta ruang kosong yang tak terisi. Bagaimana bila puzzle-puzzle itu seragam? Menarik tentu, tapi akan membosankan kemudian, karena permainan menjadi tidak asyik dan cepat selesai.

Puzzle dibuat tidak seragam bentuknya, agar sebuah puzzle A memiliki pasangan puzzle B dan terletak setelah puzzle C, diantara puzzle D dan E. Setiap puzzle akhirnya, memiliki peran yang tak tergantikan dalam rangka menyusun gambar agar sempurna dan lengkap.

Matahari dalam tata surya, memiliki beberapa planet yang mengitarinya, lengkap dengan satelit-satelitnya, juga lingkungan asteroid yang khas, bila satu saja diantaranya tidak berada pada tempatnya dengan benar, kemungkinan akan terjadi perubahan pada tata surya. Kehancurankah? Kiamatkah? Entahlah, tapi setidaknya rangkaian puzzle menjadi tidak lengkap dan ada yang berkurang. Rangkaian proton, neutron dan elektron dalam satu atom, juga memiliki susunan yang khas, sehingga bisa menyusun material lain yang lebih kompleks, bagaimana bila satu saja diantaranya terlepas? Entahlah, saya pun sudah lupa pelajaran kimia dan fisika bertahun lalu. Bila tidak salah akan terbentuk bunga api, atau kehancuran material. Di lain pihak, bila semua berjalan dengan benar, keseimbangan makro dan mikro kosmos akan terbentuk, dan lengkaplah semesta. Bila ke-sok tau-an saya berlanjut, saya akan berkata ada cinta disana, yang bernama gravitasi, atau muatan listrik negatif, positif dan netral yang menjaga semuanya berada pada tempatnya dan berperan sebagai mana mestinya.

Manusia kemudian, memiliki kelebihan dan kekurangan. Pendek kata tiada yang sempurna, saya secara fisik mungkin atletis, tampan dan digilai weks narsis yang keterlaluan, dan bikin muntah Hehe tapi saya sama sekali tidak berbakat dalam bermusik, dan saya membutuhkan musisi yang akan membuat hari saya kian berwarna. Saya juga membutuhkan orang lain, yang memiliki kecakapan-kecakapan lain, yang tidak saya miliki. Saya perlu dan harus belajar dari tiap orang. Tentu juga pada mereka yang beruntung, diberi kelebihan berupa kekurangan, cacat, dan ketidak sempurnaan fisik. Satu rahasia, mungkin bahwa dalam pandangan saya dan anda yang “merasa” sempurna, mereka ini kekurangan, tapi tunggu, benarkah demikian dalam pandangan mereka sendiri?? Jangan-jangan mereka ini lebih bahagia dari pada kita, karena apa? Karena kebahagiaan adalah misteri pula.

Keterbatasan yang ada pada mereka tidak menghalangi, harapan dan keinginan mereka, terlalu banyak contoh yang tidak sanggup saya sebutkan betapa seseorang yang memiliki keterbatasan justru sangat luar biasa. Seperti kutipan, mengenai tata surya dan lain-lain di awal tulisan ini, saya pelajari dari ilmuwan yang tak kuasa untuk sekedar menggerakkan kakinya bernama Stephen Hawking. Mereka telah memberi arti, menjadi penanda bagi sebuah kesadaran lain. Entah sungguh sukar memaknainya.

Ketidak sempurnaan yang sama, juga terkadang dimanfaatkan untuk hal lain. Katakanlah untuk iklan, masih ingat iklan minuman suplemen yang menggunakan orang yang cacat yang berprofesi sebagai sopir? Tentu beliau menerima kompensasi materi yang tidak sedikit, namun banyakkah mereka yang seperti ini? Lebih banyak mereka yang menggunakan “kelebihannya” untuk mengemis belas kasihan, berada di sudut pasar, di bawah traffic light, berjalan diantara mobil-mobil sambil menengadahkan tangan. Lebih parah, beberapa orang justru memanfaatkan rasa belas kasihan dengan, berlagak cacat dan membuat luka palsu dengan darah dan kain kassa bohongan??

Cibiran, pandangan mata melecehkan dan dianggap sebelah mata bukan hal yang aneh untuk mereka. Kesempatan kerja yang tidak sama, fasilitas pelayanan publik yang belum mengakomodasi mereka, dan masih banyak lagi, apa ya istilah yang tepat, diskriminasi barangkali. Mungkin bila presidennya saya, akan saya tunjuk seorang menteri yang menangani urusan khusus ini, menjadi bagian dari kabinet saya:mrgreen: Ah tapi marilah kita berprasangka baik saja, bahwa kedepan, akan ada perhatian khusus untuk mereka ini. Masa tidak malu barang sedikit saja, dimana saat ini banyak lembaga internasional yang memberikan bantuan di beberapa daerah memberikan perhatian khusus kepada mereka ini. Mulai dari desain bangunan yang mengakomodasi mereka, hingga desain toilet yang memperhatikan keterbatasan mereka.

Akhirnya, kembali kepada puzzle, tata surya dan atom. Ingat tentang peran dan gambaran lengkap di bagian akhir. Ingat tentang keberagaman dan juga cinta, bila anda masih memilikinya, barang sedikit walau tersembunyi. Semoga…

___________________________________________________

Ditulis untuk memperingati diffable day 3 Desember, yang lagi-lagi terlambat. Setelah melihat demo yang dilakukan para penyandang cacat, dan gadis-gadis cantik UNY yang berdemo, berpanas, membagikan bunga kertas di Jalan Malioboro.

Bukanlah bentuk lain dari demo, bukan pula upaya menjadi pahlawan kesiangan, atau kampanye presiden😀 . Tangan saya terlalu kecil bahkan untuk sekedar mengepal dan mendukung mereka, suara saya nyaris seperti bisikan, atau mungkin angin lalu yang tidak didengar. Tapi dengan membaca ini, semoga ada yang ikut tergugah, entah memberikan sekedar komentar, membuat banner, atau membuat postingan serupa, silakan juga bila hanya sekedar lewat dan membatin.

24 comments so far

  1. caplang™ on

    selama masih hidup, puzzle yg terbentuk tak akan sempurna
    eh bener ga sih?

    …mungkin atletis, tampan dan digilai

    GILA!! GILA!! GILA!!:mrgreen:
    ➡ Goop:::
    selama masih hidup, puzzle tak akan sempurna??
    iya ya, jadi terpikir saya malahan
    *termenung*
    itu, dua baris terakhir maksudnya apa ya??😥

  2. itikkecil on

    vote goop for president!!!!

    *ngakak liat komen caplang*

    ➡ Goop:::
    Jangan pilih saya, jangan pilih saya:mrgreen:
    hati-hati tante, ntar gigi putih rapinya kering lho kalo ngakak👿

  3. qzink666 on

    Yah, manusia adalah puzzle.. Dan kenapa kita tidak pernah sempurna, adalah karena Tuhan sengaja ngumpetin salah satu dari puzzle-puzzle itu..
    Btw, salah satu pecahan dari puzzle duotone saya hilang entah kemana..
    *komen saya nyambung gak se?*

    ➡ Goop:::
    Hyaduh, kenapa kita tidak sempurna?? mungkin juga apa yang kau tuliskan benar sobat.
    Bila sebuah pecahan puzzle hilang, menjadi sukar bukan??
    jadi sepertinya masih nyambung:mrgreen:

  4. andex on

    yaaa…. saya ikutan dukung! saya siap sedia ikutan demo, gabung sama mbak2 UNY yang cakep2 itu… *he he he*

    ➡ Goop:::
    maaf, dikau telat sobat
    itu sudah hari senin kemaren,
    lain kali biar saya suruh mereka hubungi dikau
    *halah sok kenal*:mrgreen:

  5. extremusmilitis on

    Hohoho, scroll down postingan ini dari atas, bingung juga awal-nya dari puzzle, ke mikro kosmos, ter-nyata ujung-nya ini😈

    Ingat tentang peran dan gambaran lengkap di bagian akhir. Ingat tentang keberagaman dan juga cinta, bila anda masih memilikinya, barang sedikit walau tersembunyi. Semoga…

    Kalau kita bisa hidup di-tengah per-beda-an, aku juga setuju kalau dunia ini akan sangat indah untuk di-tinggali🙂
    Hanya saja, sayang-nya masih banyak orang yang melihat per-beda-an itu sebagai alasan untuk saling meng-hakim-i satu sama lain😦

    ➡ Goop:::
    maaf Paman Musmus, memang prolog-nya terlalu panjang barangkali…👿
    wah, memang benar ada penghakiman yang tidak dilakukan oleh hakim yang sesungguhnya.
    kalaupun ada hakim, hakimnya gimana gitu😀
    tapi, bagaimana dengan adanya diskriminasi Paman?? sepertinya belum memberikan komentar tentang itu??

  6. Wah, saya tertarik dengan analogi puzzle ini
    Mengenai puzzle …
    Sepertinya ada hal yang menarik dari puzzle, yaitu perjuangan, kesabaran dan ketelitian.
    Dalam memecahkan puzzle kita dituntut adanya kesabaran dan ketelitian, begitu juga (harapannya) kita dalam menjalani hidup ini. Hidup ini adalah perjuangan (seperti puzzle) dan perjuangan ini harus kita hadapi dengan sabar dan teliti (seperti puzzle juga).
    Tapi yang namanya puzzle itu puzzling alias membuat pusing … begitu juga dengan kehidupan ini:mrgreen:

    BTW kayaknya theme-nya enakan yang kemarin lho Uncle

    ➡ Goop:::
    “perjuangan, kesabaran dan ketelitian” >> sebentar saya catet ini dulu😀
    memang terkadang membuat pusing paman, tapi bukankah itu menyenangkan dan sebentuk permainan??
    apalagi bila di akhirnya telah kita dapatkan gambaran yang utuh, wah sangat menggembirakan bukan??
    ah ya, terima kasih untuk saran theme-nya… tapi ijinkan saya mencoba yang ini dulu, mungkin hanya sebentar ko:mrgreen:
    oke, paman deKing, terima kasih dan salam

  7. tapi ijinkan saya mencoba yang ini dulu, mungkin hanya sebentar ko

    Hehehe santai saja Uncle, saya ijinkan kok
    *lha memangnya saya ini siapa kok berani2nya ngatur2*

    Setidaknya ada tanda https://unclegoop.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_arrow.gif➡ yang membedakan komentar pengunjung dan tanggapan Uncle Goop:mrgreen:

    Saya ulang dulu Uncle, tapi saya minta getuk Trio-nya 2 box (maksudnya dua mobil box hehehehe)

    ➡ Goop:::
    dikau paman deKing manusia biasa😀 lupa ya??:mrgreen:
    btw, sudah saya ganti, karena ada yg protes lagi,
    dan ini sangat substansial *halah* katanya tulisan kecil-kecil

  8. tapi ijinkan saya mencoba yang ini dulu, mungkin hanya sebentar ko

    Hehehe santai saja Uncle, saya ijinkan kok
    *lha memangnya saya ini siapa kok berani2nya ngatur2*

    Setidaknya ada tanda https://unclegoop.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_arrow.gif➡ yang membedakan komentar pengunjung dan tanggapan Uncle Goop:mrgreen:

    Saya ulang dulu Uncle, tapi saya minta getuk Trio-nya 2 box (maksudnya dua mobil box hehehehe)

    ➡ Goop:::
    ini ko komennya sama dengan sebelumnya ya??
    ulang dulu itu, apa maksudnya pulang dulu??
    eh 2 mobil box gethuk t*** ???
    boleh sih, tapi apa nanti nda muntah-muntah,
    saya khawatir paman deKing sakit *halah* padahal alibi:mrgreen:

  9. hehehe maaf itu kok jadi error ya … jadi ketahuan kalau asal drag saja:mrgreen:

    ➡ Goop:::
    ya, dimaafkan😀
    asal drag?? nda ngerti saya
    *maklum gaptek-nya ga ktulungan*
    terima kasih paman deKing
    -salam-

  10. katasa07 on

    dan setiap kita harus mencari puzzle yang menyempurnakan kehidupan kita, tapi bisa jadi malah kita menemukanya tanpa usaha???…halah….halah……yang jelas membaca tulisan ini …seperti menemukan puzzle untuk jiwa….

    ➡ Goop:::
    Benar, karena ada yang bilang puzzle itu tidak perlu dicari
    akan datang sendiri, jadi mungkin lebih tepat menjemputnya😀
    “seperti menemukan puzzle untuk jiwa” ???
    wah apa ga terlalu berlebihan??😳

  11. jaka on

    artikel yang bagus
    dua Puzzle dirumah ku belum mampu aku susun.
    begitu juga dengan hari ini, tak mampu aku menyusun kata menjadi sebuah berita

    capek aku, namun agak sedikit terhibur habis baca artikel puzzle bapak ini
    saleum

    ➡ Goop:::
    Terima kasih,
    semoga setelah ini juga bisa menyusun puzzle dan berita paman:mrgreen:
    oya mungkin pesan paman deKing dalam commentnya berikut :

    “perjuangan, kesabaran dan ketelitian”

    bisa diterapkan,
    ok salam

  12. Sawali Tuhusetya on

    Wadu, saya malah tidak tahu kalau ada diffable day di 3 Desember. Kuper banget ya aku ya , Mas Goop. Wah, tulisan ini memiliki nilai pencerahan yang sangat bermanfaat di tengah2 pergaulan sosial. Di tengah keberagaman dalam masyarakat multikultur, kehidupan akan semakin dinamis, tidak terperangkap dalam situasi monoton. Menghargai mereka yang lemah , bahkan tertindas, merupakan upaya kemanusiaan untuk mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan. Alangkah mulianya hati orang yang mau melakukan aksi semacam itu. Semoga dengan hadirnya banyak keragaman, kehidupan akan semakin harmonis, makin melengkapi, saling mengisi, saling asah, asih, dan asuh.
    Sampun pareng rumiyin Mas Goop. Matur nuwun. Nuwun sewu menawi komentaripun radi OOT,😆

    ➡ Goop:::
    Lha, sama paman saya juga taunya telat ko😀
    Wah, untuk komen paman saya malah nda bisa ngetik apa-apa, setuju smua
    dan yang jelas tidak OOT, adanya keberagaman, saling melengkapi dan mengisi serta hal lainnya, saya pikir, itu inti dari tulisan saya:mrgreen:
    Ko keseso to Paman?? nyuwun pangapunten namung anggur-angguran kemawon *halah*
    terima kasih paman, dan salam

  13. Aulia on

    yupe, jadi ikut tergugah, dan gundah dengan persepsi publik atas mereka, yang lebih merupakan stigma semata.

    ➡ Goop:::
    stigma yang kadang kurang tepat ya Paman Aulia??
    oya, bila sempat nyasar di blog Paman Sukab, disana ada harapan :
    seandainya kita bisa menjadi dawai-dawai dari biola-biola yang tak berdawai itu😀
    sungguh indah, dan menginspirasi:mrgreen:

  14. Anang on

    kehidupan ini adalah puzzle…

    ➡ Goop:::
    terus??
    mirip kalimat pertama saya, tapi kalo saya menyoroti dunianya, mungkin memang benar kalo kehidupan adalah puzzle😀
    dan terima kasih sudah mampir sobat:mrgreen:

  15. kurtubi on

    Paman Goop, trengginas jadinya membaca postingan ini… merangkai puzzle kehdiupan, terserak di alam, silahkan kita merangkaikannya. Begitukah pesan yang saya tangkap guna memaknai kehidupan sosial ini. Sebab kita telah dibiasakan oleh alam ini dengan sebentuk puzzle serhingga merangkai menjadi alam yang luas ini… tata surya dan atom… oh alam adalah guru kita, masa sih tidak mau berdzikir dan berpikir pada alam ??🙂

    ➡ Goop:::
    lha, memang ini suplemen bikin trengginas:mrgreen:
    benar paman, berdzikir pada alam😀
    jadi ingat, itu postingan dimana ya??
    hehehe, cerdas

  16. Bachtiar on

    pelajaran yang bagus dari paman goop

    ➡ Goop:::
    terima kasih paman bach,
    selamat datang

  17. alex on

    Padahal kalau melihat para penyandang cacat itu, mestinya yang terbit adalah rasa syukur bahwa kita masih memiliki kelebihan dibanding mereka.
    Dulu, waktu kecil ada kawanku yang hobi berantem. Bukan karena dia bangsanya anak bandel, tapi karena adiknya dan kawan-kawan adiknya sering jadi olok-olok anak lain karena sekolah di SDLB.

    Sampai sekarang aku masih menghormati benar kawan yang satu itu. Seperti dugaanku, ia menjadi salah satu anak muda yang paling vokal kalo bicara, meskipun jauh lebih muda dariku.

    ➡ Goop:::
    Benar sobat, rasa syukur dan kewajiban untuk berbuat lebih peduli
    sampaikan salam saya untuk kawan kau itu sobat😀
    terima kasih

  18. rozenesia on

    Eh, om lagi di Jogja?😯

    Wah, saya memang tampan, keren, ganteng, gagah, meski sayang… saya cuma punya 25 abjad…😥

    ➡ Goop:::
    saya di Klaten, sering juga ke Jogja
    Hehe, tenang saja sobat… Kekuranganmu adalah kelebihanmu
    begitu kata orang bijak, terima kasih:mrgreen:

  19. Hanster on

    YUuukkk kita merangkai puzzle…
    he..he..he..

    ➡ Goop:::
    Ayuuk, siapa takut:mrgreen:

  20. Hoek Soegirang on

    hmmm…puzzle ya?
    yang fenting ada gambar yang uda jadinya, jadi kalo mo nyusunnya gamfang….
    tafi susa juga kalo fuzzlena dunia yak…
    bakalna awut-awutan, soale masing-masing orang belum tentu mau ditemfatin difosisina masing-masing…
    terkadang ada yang nyalahin kodradna…
    sengaja ataufun engga:mrgreen:

    ➡ Goop:::
    Hehe, memang benar kalo ada yang sudah jadi akan lebih mudah
    btw, dikau betul sobat, kesadaran akan peran dan fungsi itu memang tidak mudah,
    terkadang ada yang bergelut begitu lama untuk mencari tau, apa perannya sebenarnya??
    dia tidak sadar, bahwa perannya adalah pencarian itu sendiri:mrgreen:
    Hehe, sepertinya ko tidak nyambung ya??😀
    terima kasih, sobat

  21. Hanna on

    Hidup seperti puzzle. Nyusunnya agak susah yach. Perlu kerja sama dan keselarasan gambar agar bisa saling melengkapi hingga sempurna.

    ➡ Goop:::
    Benar, akhirnya perlu kesadaran peran…
    sehingga tidak perlu diperintah, bergerak sendiri-sendiri dan melengkapi
    tapi saya masih ragu, dengan kesempurnaan pada puzzle kehidupan ini
    Hehe, salam

  22. Kendi™ on

    wah perumpaan yang keren, ngga kepikiran tadinya, cuma kalau puzzle nya sudah sempurna trus bakal ngapain lagi ya om? mmm…🙂

    ➡ Goop:::
    Terima kasih sebelumnya🙂
    Bila puzzle sempurna akan melakukan apa?:mrgreen:
    benarkah puzzle kehidupan itu akan sempurna sobat??
    Karena yang sudah memahami akan meninggalkan,
    berganti mereka yang baru dan belajar peran,
    sehingga kesempurnaan menjadi tujuan dan proses itulah yang berlangsung terus
    Lha… ko jadi keren begini jawabnya? deuh malu saya😳

  23. Sayap KU on

    Iya, tidak ada yang sempurna dari diri maupun hidup ini … seperti puzzle dan orang-orang cacat yah.

    -Ade-

    ➡ Goop:::
    Benar mBak Ade,
    makanya kata orang, harus saling melengkapi dan mengisi:mrgreen:
    terima kasih

  24. beratz on

    wah
    udah yang ke 24 nih komen aku
    udah semakin jarang yah sayah komen paling atas di t4 dikau kawan
    PUZZLE?
    kalo ngomongin puzzle atau terjemahan bebasnya dalam bahasa endonesanya adalah teka-teki.
    Jadi teka-teki kehidupan masih menjadi sebuah pertanyaan dalam kehidupan ini. Artinya kita bisa melengkapi teka-teki tersebut apabila Tuhan memang sudah berkehendak untuk melengkapi teka-teki tersebut dengan kejadian-kejadian yang akan menjawab teka-teki.
    Halah ini betul nggak ya?

    ➡ Goop:::
    Santai aja paman beratz, mungkin dikau sedang sibuk:mrgreen:
    Menurut saya, pendapat anda benar,
    karena kita hanyalah pelaku, dari skenario-Nya yang telah tercetak
    Fyuhh, malah saya jadi mikir sekarang, hehe terima kasih😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: