Pagi

SELAMAT PAGI

SELAMAT TAHUN BARU 2008

SELAMAT BEKERJA

Pagi

Hanyalah sebuah pagi yang lain, meski banyak yang berbeda seperti ujung bilangan tahun yang berbeda. Apakah ada yang berbeda dengan pagi saya?? :

Di Rumah

Pagi selalu lengkap bila di rumah, mulai dari teh anget, tempe goreng, tahu goreng, bakwan goreng dan acara berita di TV. Ah tapi saya lebih senang keluar, berjalan-jalan tanpa alas kaki.

Pepohonan yang banyak, menghalangi sinar mentari, menjadikannya berkas-berkas cahaya. Sekaligus juga memerangkap kabut, menjadikan beberapa bagian belum terlihat jelas. Embun ogah-ogahan jatuh dari pucuk daun, angin yang berdesir sedikit, menggoyangkannya, mendekati berkas sinar mentari, saat bertemu kemudian, menjadi semacam prisma, membiaskan cahaya menjadi warna warni, ugh, indah sekali. Sebelum kemudian jatuh ke tanah.

Dan tanah, belum sempat berkenalan dengan aspal… beberapa jalan utama memang sudah ditata rapi dengan batu-batu. Tapi lebih banyak yang berupa tanah telanjang tanpa penutup. Sehingga rerumputan pun tumbuh dengan bebas, ikut pula memerangkap belalang, cacing, tak jarang lintah. Sensasi tanah becek selepas hujan, itulah yang menggemaskan. Di beberapa tempat yang tanahnya agak keras, justru berlumut dan menjadi licin. Sementara di bagian yang becek, licin juga dan kaki mudah terbenam.

Saat kaki terbenam, sebagian tanah akan berpindah. Semula berada di bawah kaki, kemudian sedikit demi sedikit akan menelusup di sesela jemari. Sebagian yang lain, di pinggir-pinggir kaki, sampai ke tumit. Tak jarang, karena begitu lembeknya, bahkan sampai menutupi kuku-kuku dan berdiam di sana menjadi kotoran kuku.

Saya bersyukur karena tak mengenal meni pedi, karena bila sudah kenal, tak terbayang berapa harga untuk membersihkan kuku-kuku saya. Di lain pihak, saya pun bersyukur untuk oksigen, embun, kabut dan juga becek.

Di Kos

Sebuah kamar di lantai dua, dengan beberapa perkakas tidak penting, juga buku-buku jarang dibaca. Tidak menawarkan sesuatu yang lebih. Jarang ada gorengan, meski teh anget, terkadang susu anget menjadi kawan menikmati rokok. Di terasnya yang dilengkapi dengan kawat-kawat jemuran 5 buah melintang saya paling suka.

Tempat saya terbengong menunggu mentari, sambil berselimut sarung. Nah… itu dia mentari, malu-malu kemerahan… semburat merah hampir mewarnai seluruh cakrawala. Igir pegunungan, sampai ke mega-mega yang tipis di ketinggian merah. Namun di cakrawala barat, tak sanggup merah-nya menyibak selimut malam. Masih saja gelap, kelabu dan suram.

Keceriaan kuning kemudian menggantikan. Dan lukisan di depan saya berangsur-angsur berubah. Sekarang komposisi warnanya lebih lengkap. Di timur kuning keemasan, dipinggir-pinggirnya kemerahan masih nampak. Di ketinggian, mega-mega berlomba paling cantik. Seakan-akan ada peragaan busana di atas sana. Masing-masing mega, seperti memiliki warna sendiri, berserak begitu saja, berwarna begitu saja, dan indah begitu saja. Angin yang bekerja di ketinggian, membantu mega berganti busana, dengan perubahan-perubahan yang tidak atau sukar untuk diduga.

Saya bersyukur karena tidak ada kamera untuk merekamnya… saya bersyukur karena setiap pagi, adalah lukisan yang berbeda.

-Sebuah fragmen yang tidak pernah ada, dari cerita Nagasasra dan Sabuk Inten karya S.H. Mintardja antara Mahesa Jenar dan Ki Ageng Pandan Alas-

“Dengarlah sebentar anakmas… masih sajakah, anakmas melamun dan berkhayal tentang pagi itu??”

“Tidak bolehkah saya mensyukuri keindahan pagi, Bapak??”

“Tentu…tentu boleh anakmas, namun sadarkah anakmas?? Bahwa alam saat ini jenuh kepada manusia. Seperti jenuh-nya manusia setiap pagi, yang melihat dan merasa pagi hanya begitu-begitu saja. Tanah, telah bekerjasama dengan air dan mega. Saat mega-mega menjatuhkan air, tanah tak sudi menampungnya, membiarkannya menjadi banjir. Bahkan merelakan sedikit tubuhnya untuk hanyut turut menjadi longsor.”

“Jadi apa yang harus kita lakukan, Bapak??”

“Mungkin bersyukur salah satunya, anakmas, bersyukur untuk setiap helaan nafas, untuk setiap detak jantung, dan untuk setiap pagi yang baru, dimanapun kita, walau saat di tenda pengungsian.”

_________________________________________

Ditulis pada pagi di tahun yang baru, saat banyak perayaan dilakukan, pun bencana ditimpakan. Bila mengalami pening, atau sakit berlanjut setelah membaca, disarankan untuk memutar lagu berikut : Sabda Alam (Chryse) Lukisan Pagi (Tohpati feat Shakila) atau Ordinary Miracle Today (Sarah McLachlan).

Terima kasih

Asal gambar 1

Asal gambar 2

Ps: karena beberapa hal, tulisan ini mengalami penundaan dari jadwal terbitnya, semoga masih belum basi karenanya… Selamat menikmati

29 comments so far

  1. goop on

    Ko mirip promosi ya? Banyak menyebut seorang tokoh guru bangsa, juga sebuah provider

    Goop:::😳

    SELAMAT TAHUN BARU

  2. ordinary on

    *yang punya blog ga diitung koment*
    HOREE pertamax!!

    Goop:::
    hayah…
    pertama karena dikasi tau ajah:mrgreen:
    oya, dan maaf disini tidak jualan bahan bakar😆

  3. ordinary on

    tunggu

    Saya bersyukur karena tak mengenal meni pedi, karena bila sudah kenal, tak terbayang berapa harga untuk membersihkan kuku-kuku saya.

    boong kemaren kan kita barengan meni pedi

    *kabuur*

    Goop:::
    nah..nah…
    siapa yang bo’ong coba??:mrgreen:

  4. ordinary on

    memulai taun dengan hetrix sounds fun

    *lanjutin Ym-an*

    Goop:::
    *tendang yang hettrix*

  5. caplang™ on

    mangkin dahsyat aja tulisan paman😀

    Goop:::
    ah ya, terima kasih sobat:mrgreen:
    seperti biasa, hanya mencoba bertutur dan menikmati waktu😀

  6. beratz on

    Review buat mas paman uncle goop (banyak yach sebutannya udah mas eh masih dipanggil lagi paman tambah uncle lagi),
    Tahun 2007 adalah taon emas buat sodara mas paman uncle goop karena beliau sodara mas paman uncle goop sangat bisa memaduserasikan kata-kata menjadi rangkaian kalimat yang enak dibaca dan amat sangat produktif.
    Yang jangan buat sodara mas paman uncle goop di Tahun 2008
    1. Kontraproduktif
    2. Kontraksi perut yang sakit
    3. Kontrak pekerjaan yang nggak jelas
    halah komen yang kedua ma ketiga nggak nyambung. Jadi Vokoknya Wareglah. Halah semangkin nggak nggenah.

    Goop:::
    Gyahahaha
    meski ngga’ genah
    tapi ini memacu saya pak,
    maturnuwun:mrgreen:
    semoga bisa seperti yang diharapkan *halah*

  7. deethalsya on

    Pagi selalu lengkap bila di rumah, mulai dari teh anget, tempe goreng, tahu goreng, bakwan goreng

    itu rumah apa rumah??
    kayak t4 jualan gorengan aja deh mas?!:mrgreen:

    Goop:::
    memang, ibu saya jualan ke saya
    nda’ mBayar tapinya:mrgreen:😉

  8. hadi arr on

    Pagi memang selalu indah Goop, bersyukur memang yang seharusnya kita lakukan. Terimakasih untuk tulisan yang pernah saya baca dan akan saya tunggu yang akan mengalir dari DALAM LIPATAN WAKTU.
    dengerin juga lagu PAGI dan MEREPIH ALAM nya Chrisye, good luck!

    Goop:::
    ah ya, terima kasih pak…
    semoga berkenan selalu:mrgreen:
    oiya, ada lagu itu juga ya, coba dengerin ah😀
    salam

  9. qzink666 on

    Bersyukur pada apapun yg ada..
    Hmm.. Hal yang jarang sekali saya kerjakan akhir-akhir ini..😛

    Goop:::
    jadi, hal yang sering kau kerjakan akhir-akhir ini apa??😆

  10. rozenesia on

    Eh, cara ungkapan tahun baru yang unik dan keren!!
    Selamat tahun baru…😛

    Goop:::
    ah ya, terima kasih.. hanya mencoba bertutur saja ko mas😀
    selamat taun baru pula yakz:mrgreen:

  11. Sawali Tuhusetya on

    Dulu, pagi (hampir) tak pernah beda mas goop. sang mentari selalu merekah di ufuk timur. dulu suara burung serikatan sesekali masih terdengar merdu di telinga. gesekan daun dan ranting bambu membangun orkestra dan harmoni pagi. surya pagi meniti pucuk2 daun, sesekali membentuk silhuet panjang. dari kejauhan sana terdengar suara tangis bocah, suara batuk tua yang baru saja menggeliat dari balik selimut sembari mengucak sisa-sisa mimpi.
    tapi, kini, mas goop, suasana pagi dah jauh berbeda. suara burung serikatan tak lagi terdengar. suara tangis bocah dan batuk tua sudah tenggelam oleh hiruk-pikuk knalpot berasap yang menyesakkan dada. lebih2 di akhir tahun 2007 mas goop. hati saya tersentak mendengar berita saudara2 kita yang berada di daerah perbatasan bengawan solo (ngawi, bojonegoro, madiun, wonogiri, karanganyar) tenggelam dalam banjir air mata dan derita akibat bencana yang tengah membadai.
    tapi kita tetap berharap, mudah2an pagi yang kurang happy menjadi awal yang baik utk melakukan sebuah perubahan. bukankah kalo sesuatu diawali dengan kesusahan pada akhirnya akan menuai kebahagiaan?
    selamat tahun baru, mas goop, selamat menyambut pagi dari balik rumah kosan di lantai dua, sambil menyrutup susu dan menyedot asap losta masta kesukaan mas goop. sukses semoga selalu mengiringi setiap langkah mas goop.
    *maaf kalo terlalu panjang*
    *berlalu sambil terus berdoa*

    Goop:::
    terima kasih pak, atas semua do’a
    dan hanya ikut meng-amien-kan saja😀

  12. Kurt on

    Iyaa paman sedihnya melihat disharmoni alam dari sudut manusia, padahal mereka itu sebenarnya :

    Masing-masing mega, seperti memiliki warna sendiri, berserak begitu saja, berwarna begitu saja, dan indah begitu saja.

    Jika alam bermain begitu saja karena sudah ada sistem baku dibalik gerakannya, namun manusia kadang lupa eko dan seringan lupa sistem.. jadilah ekosistem menjadi rusak dan tak terbantahkan jika dijawab oleh banjir…🙂
    semoga paman diberi kesabaran dan kekuatan untuk menangani banyaknya masalah bencana di sekitar sana ….

    Goop:::
    yah Pak Kurt, lupa adalah hal manusiawi yang lain😀
    terima kasih

  13. StreetPunk on

    Postingan awal tahun yang menyegarkan pikiran.
    Sepertinya di sana cukup menyenangkan, ya.

    Goop:::
    syukurlah bila bisa ikut menyegarkan pikiran😀
    tapi apakah dikau fast reading sobat??
    karena ada juga saya singgung sdikit mengenai kondisi disini, pada saat malam taun baru😦

  14. bachtiar on

    SELAMAT TAHUN BARU buat paman goop!

    kalau pagi saat tahun baru , ketika keluar rumah cuman kabut yang ada dan hujan lebat di sertai juga angin puting beliung. Hue…

    Goop:::
    hehe…
    mungkin menjadi salah satu kenangan yang tak terlupa sobat:mrgreen:
    slamat tahun baru yak!!!

  15. hanna Haiatus on

    Pagi ialah harapan baru…
    Moga bencana cepat berakhir.

    Goop:::
    iya mbak, semoga… semoga…

  16. Hoek Soegirang on

    FAMANNN!!!!!!!!!
    MET TAON BARUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    KYAAA!!!!!!!!!!!

    Goop:::
    yo’i dude…
    met tahun baru juga yakz…
    ugh gaya euy, di sms ga balas
    apa ganti nomor?? atau fakir pulsa??
    dasar anak aneh:mrgreen:

  17. tukangkopi on

    dan gw dua hari kemaren nggak bisa kerja…

    Goop:::
    kenapa bro??😀

    wahai guru..sampai kapan saya harus menimba air? kapankah guru mau memberi saya ilmu menulis???pliss guru…pliss!!

    Goop:::
    hahaha…
    memang kau harus sabar😀
    sekarang tahap selanjutnya adalah membelah kayu:mrgreen:
    *ditendang sketika*😆

  18. extremusmilitis on

    Hmmm, hujan emas di negeri orang gak se-indah hujan batu di negeri sendiri. Apa pernah dengar ujar-ujar itu Goop?
    Dan keindahan itu akan selalu ada, setiap kali kita melihat-nya karena tiap hari mem-beri-kan warna dan arti yang ber-beda. Oh iya satu lagi Goop, ber-syukur-lah dalam segala hal, karena itu yang akan mem-buka mata hati kita.😉

    Goop:::
    Lama-lama saya hairan Bang😀
    dikau ko’ punya banyak peribahasa yak😆
    btw.. pesan di baris akhir bener banget sob😀
    makasih

  19. itikkecil on

    jadi pengen nyanyi lukisan pagi

    lihatlah warna pada cahaya
    memberi lukisan pagi
    bukalah renda agar cahaya
    sinari damainya arti kehidupan

    Goop:::
    yess…
    aku mendengarnya mbak,
    merdu skali
    sungguh

  20. LieZMaya on

    met taun baru🙂

    Goop:::
    yup, met taun baru juga😆

  21. iNyoNk™ on

    met taon baru :mrgreen:

    Goop:::
    met tahun baru juga😀

  22. antarpulau on

    “Tidak bolehkah saya mensyukuri keindahan pagi, Bapak??”

    “Tentu…tentu boleh anakmas, namun sadarkah anakmas?? Bahwa alam saat ini jenuh kepada manusia. Seperti jenuh-nya manusia setiap pagi, yang melihat dan merasa pagi hanya begitu-begitu saja. Tanah, telah bekerjasama dengan air dan mega. Saat mega-mega menjatuhkan air, tanah tak sudi menampungnya, membiarkannya menjadi banjir. Bahkan merelakan sedikit tubuhnya untuk hanyut turut menjadi longsor.”

    “Jadi apa yang harus kita lakukan, Bapak??”

    “Mungkin bersyukur salah satunya, anakmas,……..

    ———————-
    Lha…?
    Bapak Goop ini gimana sih…
    Kan udah dibilang pada kalimat pertama… bahwa saya sedang bersyukur…..
    Hehe…🙂

    Goop:::
    ahahaha….
    dikau menemukan kejanggalan itu juga ya sobat??
    maaf, mungkin saya sedang lupa😦
    tapi biarlah tetap seperti itu, karena penghapus saya hilang entah kemana:mrgreen:

  23. almascatie on

    pemandangan setelah taon baru sayah berubah, sebelom taon baru laut tenang, setelah taon baru gelombang badai menghantam
    *ga nyambung*

    Goop:::
    memang sekarang sedang musim badai kan mas???
    BMG juga bilang gitu😀
    *biar kian g nyambung*
    btw, saya kurang tau kenapa, tapi coment anda nyangkut di spam…

  24. stey on

    tahun baru = party = bencana = tangis?..selamat tahun baru pakdhe..

    Goop:::
    yeh!!!
    slamat tahun baru:mrgreen:

  25. ulan on

    om goop mau meni pedi bareng?, ada salon baru lo booo, cucok deh kayak nya, mau ya om..

    Goop:::
    dibayarin tapinya, habis main becek2an kuku kaki saya nda’ karu2an😆

  26. ulan on

    SELAMAT TAHUN BARU OM GOOP..

    Goop:::
    slamat tahun baru Mbak Ulan
    terima kasih yak

  27. andex on

    saya bangun pagi di hari pertama taon 2008 dengan sakit kepala lantara semalam ujan2, nangkring di atap buat liat petasan atau kembang api atau apalah… saya baru tau kalo perayaan taon baru bisa dilakuin di atap… untung gak ada niatan buat loncat…

    Goop:::
    yah sayang… jadi g loncat??😆

  28. rumahkayubekas on

    Selamat tahun baru.
    Masih baru kan tahunnya ya,
    Salam Oom Goop,

    Goop:::
    selamat tahun baru pula sobat:mrgreen:
    terima kasih ya

  29. Dhe' lagi nga' nyambung on

    paman…paman…paman….paman….

    Hanyalah sebuah pagi yang lain, meski banyak yang berbeda seperti ujung bilangan tahun yang berbeda. Apakah ada yang berbeda dengan pagi saya?? :

    almanak nya saja kali yang berbeda paman.

    Goop:::
    di tempat saya, bahkan masih masang yang lama tuh😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: