Lupa

baling-baling titanic

Seperti apa wujud lupa? Adakah pelukis yang bisa menggambarkannya? Lupa penyakit manusia. Ingin sekali menolaknya, namun tetap saja datang tanpa diundang.

Lupa bersahabat baik dengan ingatan; akrab dengan kenangan, serta suka bercengkerama dengan nostalgia. Banyak hal yang telah lewat, disimpan dengan baik oleh ingatan, namun seiring waktu, lupa datang dan semua kenangan bersembunyi dalam relung-relung fikiran.

Tak jarang, beberapa ingatan yang begitu ingin dilupakan justru muncul tidak terduga. Seperti kenangan buruk saat putus cinta, atau kenangan indah saat jatuh cinta. Pemicunya bisa beraneka ragam, sebuah lagu yang berkisah mirip atau sama dengan kisah kita. Sebuah film yang identik dengan potret kehidupan kita, bisa mengembalikan semua ingatan dan juga kenangan.

Lupa juga penyakit yang dibutuhkan. Pernahkah membayangkan apa jadinya bila lupa tiada? Barangkali kita tak akan pernah berani untuk tidur, karena kenangan buruk selalu menghantui, bahkan saat kita bangun kemudian. Bisa juga kita akan dengan santai terpejam, karena tak khawatir kenangan indah akan hilang.

Lupa menjadi semacam jembatan, kita dengan tempat; dengan waktu; dengan kenangan dan ingatan di masa yang telah lewat. Masa lalu adalah jarak yang paling jauh yang dapat ditempuh oleh manusia, namun dengan bantuan lupa, kita dapat menyambanginya.

Menjadi senyum-senyum sendiri, bila teringat kenangan yang menyenangkan di masa yang lalu. Mendadak pipi bersemu merah, karena teringat kejadian yang membuat malu di masa lalu. Menangis bersimbah air mata, saat kenangan buruk dan tidak mengenakkan terurai.

Manusia yang ada saat ini, adalah juga ada kemaren, entah besok atau lusa. Masa lalu membantu kita belajar, agar tidak terperosok di lubang yang sama; agar tidak kehilangan tongkat, juga membantu mengulang kembali saat-saat romantis dan menyenangkan. Semua bisa terjadi asal lupa tidak turut campur, dan memainkan perannya.

Kahlil Gibran dalam sebuah sajaknya menuliskan :

dari masa lalu kita, 2 buah cawan kita dapatkan, cawan kesedihan yang kita minum saat kegembiraan datang. Cawan kegembiraan yang kita minum, saat kesedihan menghantui.

Goenawan Muhammad juga menulis :

Dan nostalgia tak pernah berasal dari kebencian, ia menggerakkan kembali sesuatu yang hangat, sayu, berarti seperti cinta lama

Jadi, mana pilihan anda? Apakah masih akan tetap melupakan? Karena bukankah kesedihan dan kegembiraan hanyalah dua keeping mata uang, yang bergantian datang?

Ah, kalo saya akan meminjam lagu nidji ini saja :

Kuberjalan terus tanpa henti

Dan diapun kini telah pergi

Kuberdoa di tengah indah dunia

Kuberdoa untuk dia yang kurindukan

 

Memohon untuk tetap tinggal

dan jangan enkau pergi lagi

Berselimut di tengah dingin dunia

Berselimut dengan dia yang kurindukan

 

Would it be nice to hold you?

Would it be nice to take you home?

Would it be nice to kiss you?

 

Memohon untuk tetap tinggal

Dan jangan engkau pergi lagi

Bernyantilah na..na..na..na..

Bernyanyilah untuk dia yang kurindukan

 

Would it be nice to hold you?

Would it be nice to take you home?

Would it be nice to kiss you?

 

Jangan pernah lupakan aku

Jangan hilangkan diriku…

__________________________________________________________

Oya, dan sahabat saya ini telah menuliskan asal-usul ingatan.

gambar adalah baling-baling kapal titanic, dan berasal dari sini

25 comments so far

  1. masmoemet on

    manusia memang tempat salah, khilaf, dan lupa paman. akupun termasuk orang yg memiliki predikat pelupa. kadang juga seperti kehilangan logika. entah gila atau apa. paman, hidup ini memang penuh warna ya ? kira2 warna apa saja paman ? dan apakah gara2 kekayaan warna dan efek pembiasan warna itu kita jadi mudah lupa ato mudah melupakan sesuatu ? aku moemet’z paman

    Goop:::
    kita sama-sama pelupa😀
    hoho, kenapa risau dengan warna?
    mendingan memikirkan bagaimana menjadi prisma, yang bisa membiaskan berjuta warna nan indah kan?
    *bzzzztttt… otak saya konslet* >> kata-kata ini punya hoek, di mana dia ya…😦

  2. tukangkopi on

    jika tiada lupa
    apakah tidak sebaiknya bertanya,
    masihkah kita ini manusia?

    Goop:::
    barangkali aja ada yang ingetannya kuat yud,
    tidak seperti saya ini hohoho:mrgreen:

  3. sawali on

    lupa: identik dengan adagium jawa: “wong melik nggendhong lali”. lupa sudah menjadi bagian dari dinamika hidup manusia, mas goop. sayangnya, tidak sedikit orang yang memanfaatkan fenomena “lupa” ini sebagai alasan pembenar terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak sedang dia lupakan. bisa jadi itu masuk pada kategori hipokrit. Namun, ada kalanya memang bukan hal yang mudah untuk melawan lupa seperti yang pernah diucapkan oleh Millan Kundera, novelis ceko itu, bahwa salah satu perjuangan terberat manusia adalah perjuangan melawan lupa. meski demikian *halah lagi2 kata itu* “sabeja-beja wong kang lali isih beja wang kang eling lan waspada”, itu kata ranggawarsita.

    Goop:::
    yupe,
    berlagak lupa ya pak,
    dan lupa yang waspada
    ah, makasih pak:mrgreen:

  4. brainstorm on

    ko’ masih bingung korelasi nya sama lagu nidji opo yo?

    Goop:::
    oiya, itu lagu judulnya kan jangan lupakan aku
    jadi, kira-kira apa bro hehe:mrgreen:

  5. atapsenja on

    Jangan melupakan. Tapi, belajarlah dari kesalahan dan kesedihan.

    Goop:::
    iya ci, hiks…😥
    terima kasih ya😀

  6. detnot on

    maafkan saya jeng
    abis liburan lupa maen ke rumah sampeyan ini:mrgreen:

    Goop:::
    wuah, mana oleh-olehnya?😀
    iye dimaafkan😐

  7. aprikot on

    kalau memilih melupakan dimana tempat menyimpan kenangan? bukankah cerita lalu adalah tonggak perjalanan ke masa depan?

    Goop:::
    apa bisa? melupakan tempat menyimpan kenangan?
    yupe, cerita lalu adalah fondasi untuk masa depan
    makasih

  8. daeng limpo on

    sori deh tuan Goop, bener guwe lupa kalau situ juga pelupa. Sampai sampai lupa akan menulis komentar apa disini. Tentang lupa saya punya filosofi sendiri, “lupakan saja sobat”.
    —salam—

    Goop:::
    ah, ngga ah, saya tidak akan melupakan👿
    *iki opo o?*

  9. daeng limpo on

    Tn. Goop….. eling……eling…..wakakakakakakak

    Goop:::
    wuah ini mbales nyebut… nyebut… itu ya
    hihihi:mrgreen:

  10. maxbreaker on

    Ya paman, sekarang saya sangat membutuhkan lupa…
    Untuk melupakan seseorang yang membuatku terluka…
    Tapi sulitnya…

    Goop:::
    kenapa harus dilupakan?
    biar saja tetap ada, ntar dilihat sekali-kali…😀

  11. Cabe Rawit on

    Nama dan pemilik blog ini siapa ya?:mrgreen:
    kalo direnungkan… lupa atau an-nisyan dalam bahasa Arab, adalah salahsatu karunia dan bentuk kasih sayang Tuhan kepada manusia. Ketika lidah mengecap makanan yang enak, otak hanya akan memberikan kesimpulan bahwa apa yang dimakan itu enak, tapi sebenarnya persisnya enak itu kita lupa. Begitu pula dengan soal hubungan badan (yang halal tentunya). Rasa nikmatnya sering kita lupa seperti apa, makanya perlu direfresh terus…:mrgreen:
    *ditendang uncle*

    Goop:::
    lha? udah pake bahasa arab sgala padahal…
    hohoho, bisa aje😀
    refresh ya boz, komputer apa?😛

  12. Nesiaweek! on

    kita tak bisa memilih mana yang mau diingat, mana yang mau dilupakan.

    tp kita bisa memutuskan, mana yang dimaafkan, mana yang harus dibalas.

    Goop:::
    apakah mengeram dendam tuan?😦

  13. chatoer on

    terus hubungannya ama lagi nidji apa neh???

    Goop:::
    itu lagu judulnya kan jangan lupakan aku
    jadi, kira-kira apa bro hehe:mrgreen:

  14. Moerz on

    saya lupa ini blog siapa..
    trus kenapa saya bisa nyasar ke sini yah…
    lupa…

    Goop:::
    lha kamu ini siapa?:mrgreen:
    *ikutan lupa*😆

  15. neng fey on

    lupa..
    ini serius!! saya lupa tadinya saya no nulis komen apa!!
    oh my god!!

    Goop:::
    oh, my darling😀
    *ditendang*

  16. Peri negeri internet on

    Ahh…saya mau lagu Nidji yang ituuu….

    Post yang cantik,

    Salam kenal🙂

    Goop:::
    saya juga mau😀
    terima kasih ya😳
    salam kenal juga

  17. Mrs. Fortynine on

    ah, sungguh! lupa itu nikmat yang tak terhingga!

    dengan lupa, seseorang yang mengalami kejadian tragis, tidak terus menerus larut dalam ketakutan atau kesedihan

    dengan lupa, space hardisk di otak kita tidak terbuang percuma untuk menampung memori yang mungkin kurang begitu penting

    dengan lupa, aku ndak perlu terus terusan ingat kamu setiap detik, karena itu menyiksa sekali…
    😥

    :mrgreen:

    Goop:::
    lha…???
    aih…😳
    terima kasih

  18. Pyrrho on

    lupa itu manusiawi, tapi melupakan itu bisa punya banyak arti. apalagi kalau dengan sengaja dilupakan.🙂

    saya tak akan melupakan blog ini, kok…🙂

    Goop:::
    wuah, terima kasih Bang:mrgreen:
    *peluk-peluk*😳
    *ditendang*

  19. almascatie on

    kok sayah lupa comment yah:mrgreen:

    Goop:::
    lha..?😈

  20. Edratna on

    Lupa…menyebalkan, tapi dibutuhkan….

    Jika tak lupa, maka kita akan capek, karena ingat terus janji-janji pada orang lain…padahal waktu sehari cuma 24 jam.

    Goop:::
    hehe, kalo janji ya jangan sampai lupa dong bu😀
    bagaimana kalau tidak mudah mengucap janji saja?:mrgreen:
    -terima kasih-

  21. stey on

    seandainya lupa itu semudah menghilang satu file dari data kita, then I will be very gratefull..
    btw Nidji?salah satu yang ada di playlistku hari ini…

    Goop:::
    kenapa harus dihilangkan?
    tak inginkah sekali waktu menengoknya lagi?😆

  22. hmcahyo on

    @stey – sama lupa sih bisa..tapi menghilangkan lupa itu yang susah- apalagi kalo hal-hal yang gak kita suka.. aduh beratnya

    hmcahyo.wordpress.com

    Goop:::
    tidak harus dihilangkan bukan?😆

  23. Abeeayang™ on

    akuh jugax punyak penyakit lupa…
    lupa kalok punyak utang,,,
    lupa kalok punyak tugas…
    lupak kalok punyak pacar…
    dan lupa kalok maok komeng apa disinih…. 😛

    Goop:::👿
    saya doakeun semoga tidak lupa diri ya tuan😀

  24. Ina on

    boleh lupa sama semuanya..tapi jangan lupakan saya yach.

    *tersipu malu di pojokan*
    :mrgreen:

    Goop:::
    ough… to tweeetttt
    *bleb*😆

  25. jablay8990 on

    Aduhhhhhh….Saya lupa ,apakah dulu saya pernah lupa…..

    Goop:::😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: