Sisa

sisa-sisa

Pada setiap piring yang telah kita gunakan untuk makan, biar sedikit atau banyak, pasti terdapat sisa makanan. Sisa makanan tersebut, bisa berupa selapis tipis di atas piring, atau beronggok tulang ayam dan ikan. Tumpukan sisa makanan itu, kemudian akan terserak di atas tempat pencucian. Dicucilah piring itu, bersihlah kemudian, tertata rapi di rak piring dan siap untuk digunakan lagi.

Sisa-sisa dari pertemuan, adalah kenangan. Bisa sedikit atau banyak, tergantung bagaimana kita mengartikannya. Sisa pertemuan bisa biasa-biasa saja, atau istimewa, tergantung bagaimana kita menerjemahkannya. Kenangan ini, memang sebuah sisa yang tidak biasa nampaknya.

Belajar adalah kebutuhan manusia dewasa ini, selain makan; tempat tinggal dan informasi. Guru adalah sumber informasi yang sangat diperlukan. Dari benaknya setiap saat akan mengalir ide-ide baru; nilai-nilai yang kembali diaktualisasikan, juga bermacam ajaran-ajaran yang sangat berguna.

Menjadi murid kembali, itulah yang saya rasakan saat bertemu dengan Pak Sawali; Pak Gempur; juga Pak Arif pada hari Kamis yang lalu. Tidak lupa untuk menyebutkan teman-teman Loenpia, juga Gun, Cello dan Jumawa. Begitu banyak kejadian untuk diceritakan dalam sehari yang begitu menarik. Barangkali saya memang tidak terlalu pintar dalam bahasa verbal, namun tanpa saya sadari dari situlah semua berawal.

Lebih banyak diam dan mendengarkan, menjadikan saya lebih banyak menyerap ilmu dari guru-guru saya itu. Sayang sekali, di saat saya sudah tidak bersekolah, justru kesadaran itu baru muncul. Ternyata dahulu saya terlalu banyak berbicara di saat guru-guru menerangkan, tidak heran bila saat ini saya masih saja bodoh untuk beberapa hal. Akhirnya, hari itu saya membawa banyak “sisa-sisa” pelajaran yang maaf, saya akan berlaku egois, tidak dapat saya bagi-bagikan.

Mendasarkan pada beberapa alasan, berwisata ke candi atau bangunan kuno tidak terlalu menarik bila dibandingkan dengan berjalan-jalan di pantai, menyusuri pantai dan mendengarkan debur ombak. Udara sejuk di ketinggian pegunungan, juga lebih nyaman dirasakan ketimbang cuaca panas membakar kulit, di lingkungan candi.

Tetapi siang itu, bersama-sama dengan teman-teman CahAndong, Batagor, Loenpia dan TPC berkunjung di candi menjadi lain; lain karena saat itu adalah pasak bumi. Sebelum melakukan kunjungan ini, saya berpendapat bahwa biarlah kejadian yang telah berlalu terkubur, tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Layaknya album usang yang sudah dimakan usia, ditutup dan dibiarkan saja berdebu di atas meja. Tidak perlu dibuka lagi, dan dibiarkan menggeletak begitu saja.

Ah! Ternyata saya salah besar. Barangkali memang untuk satu dan lain hal, ada beberapa masa lalu yang perlu ditutup dan tidak diungkit-ungkit. Tetapi jajaran batu-batu yang masih berdiri dengan gagah; hamparan panggung seperti tempat pertunjukan; keputren, juga tempat pemandian kuno membawa pada kesadaran lain. Ada “sisa-sisa” kejayaan masa lalu, yang berbicara dalam diamnya.

Diam yang mengabarkan tentang kejayaan dan keagungan masa lalu. Diam yang menampilkan keagungan desain masa silam. Diam yang begitu anggun, cantik, dan mempesona. Pendek kata, itulah diam yang riuh.

Sayangnya, lagi-lagi saya tidak akan membaginya, akan saya nikmati sendiri “sisa-sisa” diam itu. Sebagai gaung yang berbisik, seperti angin yang mengusik pundak gadis yang telanjang. Meninggalkan sisa semu merona merah di pipi, malu yang hangat-hangat kuku.

Dan saya, tidak akan pernah mencuci kenangan ini dari piring otak saya…Oya, tapi untuk kaus bertuliskan RumahKayuBekas dan Batagor.net, akan saya cuci dengan hati-hati. Terima Kasih teman-teman Batagor dan Kang Herry😉

34 comments so far

  1. aprikot on

    kenangan itu seperti deret film yang ada di kepala, tidak bisa dicuci begitu saja, tapi disimpan ke dalam kotak2 yg diberi pita untuk di buka sesekali dan dinikmati

    Goop:::
    aha… bener banget😀
    bgitulah memang😉
    makasih

  2. Ina on

    Wah..kenangan yang indah dan tak terlupakan. Senangnya…! *ngiri mode on*.

    *baju rumahkayubekas dan batagor saya juga punya…kita kembaran dong.

    mau nga buat kenangan sama saya…??ke Makassar yuk??
    *masukin paman ke paketan kirim ke makassar*
    😀

    Goop:::
    aha.. pengen ngerasain coto makasar juga benernya😀
    semoga suatu saat bisa ke sana -amien-😛

  3. Sawali Tuhusetya on

    selalu saja ada sisa2 yang bermakna untuk direnungkan, bahkan dijadikan sebagai bahan refleksi setiap kali baca postingan mas goop. mudah2an tidak ada sisa2 kelelahan yang mas goop rasakan setelah melakukan safari kopdar: semarang-kendal-yogya-secang. yang tersisa ada sebuah semangat dan etos baru untuk membangun sebuah keyakinan betapa bermaknanya sebuah pertemuan. btw, kenapa tiba2 saja mas goop merasa menjadi seorang cantrik? apakah itu sebuah romantisme yang masih tersisa ketika mas goop teringat kenangan ketika duduk di bangku sekolah? hehehehe😆

    Goop::::mrgreen:
    sebenarnya karena saya bisa belajar lagi dari guru-guru pak😀
    bgitulah…

  4. leksa on

    wah saya juga dapet tuh 2 kaos,..
    tetapi bukan karena kaosnya,..

    karena jalinan kekeluargaannya itu😀

    Kapan2 kita cari lagi diam yg riuh itu, mas.. gimana?gimana?😉

    Goop:::
    betulll, karena jalinan kekeluargaannya, setuju…
    jangan lupa kalo ke Bandung, ajak-ajak yak!😛
    oya, masalah cari mencari itu, jelas setuju dong:mrgreen:

  5. khofia on

    sungguh susunan kata yang bagus!! tapi saya sempet bingung peralihan dari makanan sisa, piring, belajar, dan kopdar-an…

    Goop:::
    sudah pegangan mas?😆
    hahaha, salah sendiri ente ngga ngikutin ceritera dari awal😀

  6. Andrew Anandhika Wijaya on

    *g niat komen mode on*

    photo saya kok nggak ada ya…???

    Goop:::
    poto kau buram semua?😆
    *ditendang*

  7. mbelgedez on

    sayah ndak punya guru…..

    Goop:::
    lha…?!
    kasian amat ohm mBell…
    sudah kenal sama p sawali kan?😆

  8. masmoemet on

    wah saya juga pengen ikutan kek gitu paman, kopdar ato kumpul2 bareng. entah diwarung mie ayam ato dimana gitu. tapi sayangnya saat ini saya berada hampir diujung Indonesia bagian barat. padahal asal saya di kota sejuk kaki gunung merbabu jawa tengah paman. dan pekerjaan telah menyita waktu saya paman😦

    *ditimpuk paman pake sendal karena banyak alesan*

    Goop:::
    eh di kaki gunung merbabu, di mana itu? di salatiga bukan?
    ato kopeng? saya di magelang mas…
    awas! jangan bikin saya moemeth yakz:mrgreen:

  9. aRuL on

    iyah saya belajar banyak dari pak Sawali dan Pak gempur🙂
    wah kapan ke surabaya nih🙂

    Goop:::
    semoga tidak lama lagi mas arul…
    surabaya ramah kan?:mrgreen:

  10. daeng limpo on

    posting ini adalah oleh-oleh kopdar yang sangat lezat buat saya, mungkin saya sisakan sedikit buat komentator lain.

    –salam—

    Goop:::
    ngga tambah lagi tuanku?😛

  11. edy on

    wah ternyata sudah dapet kaosnya…

    Goop:::
    iyeee…:mrgreen:

  12. arif on

    Waduh… Saya ingat gambar makanan itu. Itu yang membuat saya (sebenarnya) malu. Yang pesen saya tapi yang mbayari Pak Sawali. Kok saya nggak sadar waktu beliau ke kasir ya? Tahu gitu saya pesan lebih banyak lagi, hehehe… Nggak tahu diri!

    Senang rasanya bisa bertemu dengan teman-teman pada hari Kamis itu. Sayang sekali tidak bisa ikutan acara Tongkat Ali,… Eh, Pasak Boemi. Padahal, saya juga belum pernah naik ke Boko. Iri sama Mas Iman yang sudah ke sana bareng eblis-eblis.

    Saya protes. Jangan samakan saya dengan Pak Sawali dan Pak Gempur. Saya bukan guru. Saya lebih pantas disebut cantrik kenthir yang sok tehu.

    Goop:::
    iya pak, tau dibayarin nambah lagi yakz😆 *dijewer p sawali*
    baiklah, kalo pak arif protes, saya berarti cantrik yang lebih kenthir, dan lebih sok tehu hahaha

  13. olangbiaca on

    Aslkm……waah, selesai kopdaran neh bang ?

    uasyiik banget tentunya……

    Goop:::
    iya mas…
    asik dong, mo ikutan?😉
    tunggu aja episode selanjutnya yakz:mrgreen:

  14. eMina on

    saya ga dapat kaos aki herry karena khusus buat non bandung itu😥

    ke bandung, mas goop !!!! dan jangan lupa ajak zazi klo ke bandung !!

    Goop::::mrgreen:
    insyAllah ya teh😛

  15. BLOGIE on

    Zap!™ Belajar sudah menjadi fitrah manusia…

    Well…
    Kemarin adalah kenangan
    Hari ini adalah realita dan,
    Besok adalah harapan..

    Bukan begitu, paman?🙂

    Kaos Aki Herry,,,
    kata-katanya pas banget sama kondisi rumah saya yang sudah lama tak direnovasi…

    so, inspiring…

    Goop:::
    btul gie, stuju sangat menginspirasi😀

  16. detnot on

    kmrn ikut pasa bumi ya jeng?
    sekalian arisan gk?:mrgreen:

    Goop:::
    mana ada arisan, bandarnya ngga hadir sih hehe:mrgreen:

  17. fauzansigma on

    kok jadi terharu nih mas goop… kenangan indah memang selalu tertancap dalam hati setiap orang

    Goop:::
    hehehe, kenapa terharu?:mrgreen:

  18. Mihael Ellinsworth on

    Kaosnya dijaga, aset itu.:mrgreen:

    Goop:::
    ampun baginda😆
    baiklah, akan saya jaga *hayah*

  19. nico on

    sayaa ga dapet kaosnya….*merengek n koprol2an dari boko*

    Goop:::
    kok bisa?😛
    kemalumon? hehehe

  20. chiw on

    huuu aku ndak disebut!
    *ansab*

    Goop:::
    hihihi…:mrgreen:

  21. Nazieb on

    jah!!!!

    *menangis sesenggukan karena ndak bisa ikut😥

    Goop:::
    kapan-kapan aja zieb, tapi kudu ikut ye!👿

  22. regsa on

    mbok, dibagi aku sithiiiik aja🙂

    Goop:::
    emohh!!!👿

  23. antown on

    mmm.
    ngeliat aja jadi pingin makan kok…

    Goop:::
    lha… lha…😆
    itu sisa-sisa kecipak mulut kami lho mas hihihi😛

  24. chatoer on

    wah abis makan sama2 ki herry dan anak batagor lainnya ya

    salam kenal saya juga anak batagor tp kemaren gak bisa ikut ke jogjah nih

    ditunggu di bandung

    Goop:::
    salam kenal juga, iya kang, semoga bisa main ke bandung yakz😀

  25. gempur on

    saya juga banyak belajar dari mas goop untuk lebih banyak belajar tentang diam dan tak banyak bicara.. saya harus lebih bijak seperti paman dalam melihat setiap masalah yang saya hadapi.. makasih paman atas pelajarannya…

    Goop:::
    lha… kok kewolak walik, piye sih?😆
    iya pak, sama-sama belajar yakz:mrgreen:

  26. rumahkayubekas on

    Judul postingannya cuman SISA,
    Seperti kisah biasa,
    Tapi kalo Unclegoop yang cerita,
    Duh Koq jadi luar- biasa,

    Goop:::
    haiyah…😳
    makasih ya kang:mrgreen:

  27. calonorangtenarsedunia on

    tar kaosnya dipakein ke patung yang waktu itu dipeluk2 ya, Uncle.:mrgreen:

    Goop:::
    ngga lah Han, kasian patungnya… udah bagus kek gitu hehe

  28. sarah on

    Habis kopdar koq baca postingan nya jadi sedih yaa..

    Goop:::
    lha?…
    kok bisa:mrgreen:

  29. edratna on

    Kenangan merupakan bagian dari kehidupan kita, ada yang pahit dan ada yang manis. Dari situlah kita belajar untuk semakin dewasa….

    Goop:::
    iya bu… benar sekali, dari setiap sisa ada pelajaran yang bahkan masih bisa kita nikmati😉

  30. […] Trip to Jogjah 9. dhemit-dhemit ratu boko…… 10. Pasak Boemi Lalu 11. Kasoeltanan Berdjaya 12. Sisa 13. Lho! Ada Batagoris Di Pasak Buminya Cahandong? Foto – foto lainnya […]

  31. restlessangel on

    ga suka ke candi ya Mas ?? ^^

    btw guru aku juga banyak bgt loh, Mas. bahkan kadang aku jg berguru sama kucing. alam adl guru paling dekat dg kita yg uda lama kita cuekkan…. *uih*
    kita jd jauh ma alam, dan jd kesulitan membaca pertanda dr alam apalagi berkomunikasi ma alam *jd inget alkemis*

    suka semiotika Mas ?? mau ga ajarin aku ?? ktnya itu ilmu membaca tanda
    *lha kok rada OOT ya*

    Goop:::
    saya nda’ ngerti semiotika, cuma saya seneng aja memperhatikan alam:mrgreen:
    jadi kapan kita belajar bareng mbak meth?😀

  32. MaNongAn on

    waks ….. mentang-mentang saya gak posting dan milis sebulan lebih kok di isyukan menikah (rabi karo opo?) ….. *dhezix*

    .::he509x™::.

    Goop:::
    maaf kawan, saya kan hanya meneruskan isu😉
    hohoho, jadi mana undangannya?😆

  33. stey on

    kopdar kemaren belum sah karena sampeyan belum ketemu saya..
    sapa saya yah?hehehe..

    Goop:::
    jadi kapan kita bisa ketemu mbak:mrgreen:

  34. Minta Crispo on

    Im getting a little issue. I cant get my reader to pickup your rss feed, Im using bing reader by the way.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: