Sambal

Menu istimewa yang biasa akan saya dapatkan bila saya pulang kampung adalah sambal. Ibu saya tidak ada garis keturunan Padang, yang terbiasa membuat makanan pedas. Tetapi, entah bagaimana, beliau berhasil membuat sambal yang begitu lezat. Beberapa jenis sambal yang biasa beliau bikin adalah sambal terasi; sambal tomat; sambal goreng ati, dan sambal bawang. Nasi putih yang mengepul, dan berbau harum, dipadukan dengan sambal, tak masalah kemudian bila lauk yang melengkapi sekedar ikan asin; telur dadar, atau tempe dan tahu goreng. Bila Ibu membuat menu sambal, saya banyak makan, dan kemudian saya akrab dengan kamar mandi.

Sakit perut adalah menu lain yang tersaji selepas memakan banyak sambal. Bagaimana mekanisme perjalanan sambal, sehingga kemudian menyebabkan sakit perut, tidak saya ketahui dengan pasti. Ibu saya sepertinya mempunyai misi untuk membuat saya sakit perut, tapi benarkah? Karena beliau juga tidak pernah memaksa untuk memakan sambal. Godaan aroma terasi yang begitu menggiurkan, dipadukan dengan telur dadar, menghilangkan logika dan lupa akan resiko sakit perut.

Setiap ibu, memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayang beliau kepada anak. Dahulu, saya berfikir ibu tidak menyayangi saya, hanya karena beliau begitu “cerewet”. Setiap hal yang saya lakukan, jarang yang sesuai dengan kehendak beliau. Akibatnya, tidak jarang cekcok di malam hari, bertengkar di pagi hari, dan dimarahi saat siang dan sore hari. Jiwa pemberontak dan keras kepala yang saya miliki, memang benar-benar kokoh, kuat dan tidak mudah digoyahkan *halah*.

Suatu ketika, pernah saya melakukan kesalahan yang mungkin dalam pandangan orang tua saya, sudah keterlaluan. Tidak pulang selama dua hari tanpa pamit. Sepanjang perjalanan pulang, saya sudah khawatir pasti akan terkena marah. Tapi, tahukah sobat, apa yang terjadi? Tidak ada amarah, tidak ada sapaan, justru semua begitu diam. Duhhh!!! Ternyata semua melakukan aksi diam. Saat seperti itu, saya justru begitu rindu, didamprat, diomeli dan dimaki-maki.

Ibu saya “hanya” lulus SMP, lucu sekali bila beliau membaca koran atau buku. Saat beliau membaca, tidak pernah membaca dalam hati, selalu diiringi dengan gerakan kecil di bibir dan suara yang lirih seperti bisikan. Kami anak-anaknya, biasanya akan merubung beliau dan mendengarkan, terkadang ada salah seorang yang nakal, dan mengikuti gerakan bibir beliau. Tidak lama, sebuah cubitan atau pukulan akan mendarat di tubuh kami, kemudian tergelak bersama-sama.

Namun sebenarnya, jarang sekali ibu memiliki kesempatan untuk membaca. Menjadi paling cantik sendiri di rumah, memberikan konsekuensi kesibukan yang luar biasa. Semenjak dini hari, sampai jam delapan malam ibu tidak pernah berhenti bekerja. Ada saja hal yang menyibukkannya, di dapur, di kamar mandi, di dekat almari, semua hal sepertinya menunggu disentuh tangan-tangannya.

Ibu tidak mengenal kesetaraan gender, emansipasi atau ide-ide mutakhir yang sering didengungkan untuk kepentingan kaum perempuan. Bagi beliau, melayani suami, kemudian mengurus anak, telah memberikan kesibukan yang mengasyikkan. Lelah dan capek, tentu sering beliau rasakan, tapi keluhan tidak pernah terdengar dari mulutnya. Bila hari-hari ini, ibu lebih banyak mengerutkan keningnya, mungkin sebuah hal yang wajar. Bagaimana tidak? Bila uang belanja tetap, namun harga-harga kebutuhan rumah tangga, membumbung tidak wajar. Beliau kemudian harus pintar-pintar mengelola keuangan rumah tangga.

Saya tidak pernah membayangkan bagaimana bila ibu saya, menuntut kesetaraan gender, ide-ide emansipasi, dan sibuk dengan semua itu. Barangkali, kami anak-anaknya tidak akan terurus. Dahulu, saya suka iri melihat sahabat yang ibunya wanita karier dan bekerja kantoran. Sementara ibu saya, lebih banyak di rumah dan menelantarakan warung kelontongnya, untuk kami anak-anaknya. Tetapi, saya sadar kemudian, dengan ibu yang selalu ada disamping kami, sambal yang lezat bisa kami nikmati setiap saat. Saat ibu tidak bekerja, bisa kami dengarkan bisikannya saat membaca buku dengan cara yang lucu. Saat ibu capek dan tertidur, masih bisa kami peluk tanpa khawatir, akan membuatnya marah. Tidak seperti ibu-ibu sahabat, yang akan marah bila dipeluk, karena itu mengganggu istirahat, mengingat istirahat adalah saat yang maha penting, agar besok bisa bekerja.

Ingin kudekap, dan menangis di pangkuanmu
Hingga aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-do’a lalui sekujur tubuhku
Dengan tanpa membalas, Ibu…..

Ibu-Iwan Fals

Selamat hari Kartini, untuk para Ibu, pun calon-calon Ibu. Jadilah samudera, yang menampung aliran sungai-sungai kecil putra putri. Penampung semua keluh kesah dan gelisah, mungkin bahkan sampah. Simpanlah badai, pusaran arus dan tsunami dalam pengabdian, takzim dan bakti kepada suami juga sayang kepada kanak-kanak. Seperti halnya Ibu Bumi, yang tidak pernah bertanya bila suatu ketika Bapak Mentari tertutup awan. Seperti halnya Ibu Bumi, yang tetap diam, meski perutnya diaduk-aduk mengambil hasil tambang. Ah, tetapi mungkin perlu juga, seperti Ibu Bumi yang sekali waktu memberikan gempa, gunung meletus, sebagai kemarahan tanda cinta. Sekaligus juga selamat hari bumi, dan hijau… semoga tersebar di mana-mana.

asal gambar

79 comments so far

  1. edy on

    paling enak sambal jepit
    eh itu sandal yak😆

    selamat hari kartini, jeng!

  2. itikkecil on

    soal ibu, saya juga sering berantem dengan ibu. tapi walaupun tidak berkarir di luar rumah, menurut saya ibu saya Kartini sejati. tetap bisa mengaktualisasikan diri tanpa harus menelantarkan anak-anaknya.

  3. tukangkopi on

    dari sambal nyambung ke hari bumi? bisa ya?🙄 heiran gw..heibat..😆

  4. aprikot manis sekali on

    menjadi ibu yang baik itu prestasi terbaik seumur hidup..kapan yaks aku smpi ke taraf pencapaian prestasi terhebat itu? *mikir*

  5. sawali tuhusetya on

    *lagi mikir2, hiks, apa hubungan antara sambal dan lead foto yang ada di postingan ini, hehehehe:mrgreen: * wew… setelah mbaca postingannya, ternyata mas goop suka sekali dg sambal terasi; sambal tomat; sambal goreng ati, dan sambal bawang. mirip dg saya, mas. saya seneng sambal juga. tapi ada yang sangat tdk saya suka: sambal goreng ati. entahlah, lidah jadi tak berselera. nah, kehidupan pun agaknya perlu sambal juga ya mas goop. sesekali perlu merasakan pedasnya, termasuk ketika mendapat teguran orang tua. lama ndak merasakan kepedasan ternyata menimbulkan kerinduan juga, heheheh😆 mas goop mau sambal darii saya, ndak? kekekekekeke :smle:

  6. goop on

    edy
    yupe…
    mau pakai kebaya warna apa jeung?😆

    itikkecil
    ya kan mbak😀
    jadi, kapan nak mengikuti jejak beliau? hehe

    tukangkopi
    hayah, makasih bro😀

    aprikot
    mau cepet atau lambat git? hehe😛

    sawali
    waduh…
    jangan pedes-pedes ya pak, kalau akan memberikan sambal😛

  7. stey on

    aq ya suka sambel..jadi kapan ke mbah jingrak?
    btw..met hari Kartini..

  8. Ina on

    Seorang Ibu adalah pahlawan yang sejati. Wanita yg tegar dlm keluarga.😀
    Dan yg paling hebatnya lagi..masakan ibu memang nga ada yg bisa nandingin kenikmatannya.😀

    *sedih nga bisa masak*

    Met Hari Kartini…!!!

  9. iphan on

    ah sambal…
    ibuku pernah buang semua sambel dirumah… gara-gara aku sakit infeksi pencernaan, gara gara kebanyakan makan sambel (padahal aku suka banget sambel)

  10. plain love on

    skip paragraf awal….

  11. daeng limpo on

    Wah kalau makan sambal trus langsung buang air, berarti kebanyakan makan sambalnya tuh…..yang wajar sih satu sendok, mungkin mas Goop makan sambalnya satu kuali😀
    Saya pun kalau merindukan masakan ibu, sering nitip menu tempe bacem sama sambal jeruk nipis ikan asin.
    Selamat Hari Kartini buat Calon “TANTE GOOP”. 😀😀🙂

  12. goop on

    stey
    eh iya, ya mbak, masih ada agenda denganmu menikmati sambal tempat mbah jingkrak, deuh kapan yak?😦

    ina
    yuuu belajar dong!hihi😛

    iphan
    makanya jangan kebanyakan mas😛
    dohh, gaya doang nih sok nasehatin
    tapi memang saya belum pernah sampai infeksi gitu, atau mungkin sudah tapi ngga tau yak :O

    plainlove
    ya ya ya…

    daenglimpo
    satu cobek kalee😛
    wuih, semoga calon “TANTE GOOP” tau ya tuanku, hehe

  13. lisaontheblog on

    ah siang2 membaca tentang sambel, jadi ngbayangin yang engga2 (laper.red) hehe…
    juga bicara tentang ibu, saya sebagai calon ibu berjanji tidak akan marah kl dipeluk oleh anak saya (apalagi oleh bapaknya, hahahaha…)

    i love my mom! (juga ibumu, salam yak! -sok kenal[dot]com- hehe…)

    http//lisaontheblog.wordpress.com

  14. lisaontheblog on

    eh, baru nyadar kl gambarnya itu adalah ibu dan anak ya?
    hehe..

  15. indra kh on

    dari sambal ke hari kartini terus disambungin ke hari bumi, weleh2. Sambal terasi memang mantap, walaupun menurut saya sambal oncom masih yang terenak, paman😀

  16. dEEt on

    sambal itu enak, tp kalo kebanyakan cm bikin sakit perut.. xp
    hhmm, met hari kartini yah bu’..😀
    oya, met hari bumi jg deh..
    *bnyk bgt hari2 jadi gini*

  17. Bagindo on

    *jadi kangen sama ibu*
    saya baru sadar setelah tinggal jauh dari beliau bahwa semua kemarahan beliau itu adalah karena sayang pada saya….😦

  18. lisaontheblog on

    eh ternyata gambar ibunya seksi yah? hehe

  19. eve on

    wah.. jadi pengen makan sambel sama lalapan daun singkong trus ikan kembung goreng garing. Ugghhh…. pingin pulang…

  20. goop on

    lisa
    yupe, ntar disalamin😛
    lah? apa ngga lihat gambar yak tadi?

    indrakh
    sambal oncom, belum pernah saya😳

    deet
    ini memang lagi digabungin dt, biar skalian hari-hari itu😛

    bagindo
    hehehe, sadarnya setelah jauh kan bro?
    dulu sih bandel pastinya yak?

    lisa
    *hayah*😛

    eve
    yuuu, pulang:mrgreen:

  21. mezza on

    Hwa…. I love my mom …
    Hiks.. kangen …😥
    Btw, About sambel … dah lama ga makan. Ga boleh makan pedes. Makan pecel aja ga pake cabe .. Hiks…

  22. nenkica on

    sambal???ouw i like samble so much (dibaca-ay like sambel so muceh)
    apa pun jenis sambelnya yg penting ada nasinya…..
    wah jd kangen sambelnya si mamih di rumah neh
    “mah,nenk pulang….”

  23. alex on

    Asl…wah…ibu yg luarbiasa..met ahri kartini

  24. Bagindo on

    iya, dulunya bandel.. tapi sekarang udah insap…🙂

  25. goop on

    mezza
    hayah, makan pecel ngga pake cabe? mana enak?😛

    nenkica
    duh, rakus yak, hihi

    alex
    iya mas, terima kasih😛

    bagindo
    tenane insap?hehe

  26. brainstorm on

    mau pulang.. trus nanya sama ibu.. ” bu, aku anak baik apa jahat bu??”..

  27. plain love on

    wah saya suka banget itu sambel-sambelan… palagi kalo sambel goreng ati… wow…. enak banget… lain kali nulis resepnya dong mbak…😉

  28. masmoemet on

    nasi liwet + bandeng bakar + sambel trasi yg dicampur jeruk pecel dengan sedikit “jlantah” + lalapan daun kemangi. disajikan di tampah yg dialasi daun pisang. dimakan bareng2 keluarga. lesehan dilantai dengan alas “permadani” dari bambu

    *membawa lamunanku jauh keseberang*

    >> jlantah = minyak goreng bekas
    >> tampah = baki dari bambu

  29. siwi numpang leptop celo on

    tak usah menunggu hari kartini… setiap saat pun aku akan bersedia membuatkanmu sambel pedas sepesial requestmu😳 meskipun aku sendiri ndak doyan pedes, tapi demi kamu tak apalah

  30. edratna on

    Saya terbayang bagaimana sulitnya ibumu mendidik anak laki-laki semua. Sedangkan saya, anak laki-lakinya cuma satu, udah pusing, karena sering tak memahami…..hal-hal yang menurut kaum laki-laki biasa, bisa membuat kaum ibu jantungan.

    Apa ibumu masih hidup? Bisa berguru nih bisa buat sambal yang enak. Walau jarang masak (karena dapur adalah kekuasaan si Mbak), tapi kalau si mbak pulang kampung…anak-anak komentar…”Gawat kalau ibu yang masak, makanku jadi banyak…”. Hehehe…dan saya selalu bilang karena ada bumbu “kasih sayang seorang ibu” yang membuat rasa menjadi lain.

    Tipe ibu juga bermacam-macam, ada yang tenang sekali, ada yang cerewet, tapi semuanya tetap menunjukkan kasih sayang pada keluarganya, terlepas si ibu hanya ibu rumah tangga, perempuan berkarir di luar rumah, atau bahkan bekerja di rumah.

  31. goop on

    brainstorm
    barangkali beliau akan bilang anak baik bro😛

    plainlove
    ugh…👿

    masmoemet
    kelihatannya enak bener mas…
    kapan nih ngajak-ngajak😛

    siwi
    hahaha… error ente😆

    endratna
    hihi, ngga tau tuh buk, Ibu saya suka pusing memang, hihi
    ah ya, alhamdulillah ibu saya masih sehat, tapi sepertinya tidak ada resep khusus yak, orang biasa saja kok. Ya barangkali bumbu sayang itu yang membuat, rasanya menjadi lain.
    Saya pikir, semua ibu cerewet, hehe ternyata ngga ya?😳

  32. Silly on

    GILE YEEEE… posting tanpa kata2 itu bermakna banyak ternyata…

    It’s not just sambal… buat saya… ini menggambarkan cinta yg lengkap daris eorang ibu… (termasuk marah2nya yg pedes seperti sambal… tapi kalo makan tanpa sambal HAMBARRRRR)

    THUMPS Up!!!!

  33. kombor on

    Ibu saya juga lulusan SMP tapi kalau cepat-cepatan ngitung saya selalu kalah. Saya butuh kalkulator sedang ibu saya tidak. Entah bagaimana cara guru-guru dahulu mengajarkan berhitung dengan mencongak seperti itu.

    Soal sambal, saya suka sambal lombok ijo yang hanya diberi garam dan bawang putih saja. Rasanya mantab. Pedas cabe terasa asyik dilidah dikombinasi rasa bawang putih yang khas.

  34. jiki on

    salam saja buat ibune om goop.

  35. chiw yang sebenernya on

    Ibu saya “hanya” lulus SMP, lucu sekali bila beliau membaca koran atau buku. Saat beliau membaca, tidak pernah membaca dalam hati, selalu diiringi dengan gerakan kecil di bibir dan suara yang lirih seperti bisikan. Kami anak-anaknya, biasanya akan merubung beliau dan mendengarkan, terkadang ada salah seorang yang nakal, dan mengikuti gerakan bibir beliau. Tidak lama, sebuah cubitan atau pukulan akan mendarat di tubuh kami, kemudian tergelak bersama-sama.

    😳
    jadi teringat😳

    ah, mesra sekali sepertinya ya…suasananya…
    kemaren saya juga memeluk Ibu sepuwasnya…pas hari kartini pulak…
    ;))

    betewe, kalo ibunya situ bakat bikin sambel pedes sepesiyal buwat situ, ibu saya malah bikin masakan anti pedas buwat saya (secara saya ndak doyan pedes:mrgreen: ) dan membuwatkan masakan daging terbaik buwat saya, meski beliau dan keluarga kami yang lain pada vegetarian.
    memang, di rumah, cuma saya yang karnivora sih…😳

    *kok jadi ngeblog disini seh?😐 *

  36. chiw yang sebenernya on

    Ibu saya “hanya” lulus SMP, lucu sekali bila beliau membaca koran atau buku. Saat beliau membaca, tidak pernah membaca dalam hati, selalu diiringi dengan gerakan kecil di bibir dan suara yang lirih seperti bisikan. Kami anak-anaknya, biasanya akan merubung beliau dan mendengarkan, terkadang ada salah seorang yang nakal, dan mengikuti gerakan bibir beliau. Tidak lama, sebuah cubitan atau pukulan akan mendarat di tubuh kami, kemudian tergelak bersama-sama.

    😳
    jadi teringat😳

    ah, mesra sekali sepertinya ya…suasananya…
    kemaren saya juga memeluk Ibu sepuwasnya…pas hari kartini pulak…
    ;))

    betewe, kalo ibunya situ bakat bikin sambel pedes sepesiyal buwat situ, ibu saya malah bikin masakan anti pedas buwat saya (secara saya ndak doyan pedes:mrgreen: ) dan membuwatkan masakan daging terbaik buwat saya, meski beliau dan keluarga kami yang lain pada vegetarian.
    memang, di rumah, cuma saya yang karnivora sih…😳

    *kok jadi ngeblog disini seh?😐 *

  37. goop on

    silly
    makasih mbak😳
    btw, posting tanpa kata-kata itu gimana sih?:mrgreen:

    kombor
    hihi, saya kalah sama ibu kalo pas masak pak *hayah*
    iya, di tempat kami yang semacam itu namanya sambal bawang😛

    jiki
    salam balik kata beliau, hehe

    siwi
    ya ampun siwi!!:mrgreen:

  38. Bagindo on

    tenanan, kok..:mrgreen:

  39. chiw on

    😐

  40. regsa on

    jadi kangen simbok saya..

  41. goop on

    bagindo
    sukur deh kalo gitu😛

    siwi
    hihi…😛

    regsa
    *toss*😆

  42. GR on

    Aha iya bener juga…
    Sambel buatan ibu saya adalah menu wajib yang harus tak santep tiap makan dan tiap hari.

    Secara ibu saya memang “penyambel” sejati…

    Hehe… Nggak heran lidah, perut dan kepala saya sering dibikin sakit, panas pula oleh beliau.😀

  43. sandemoning on

    halah, jadi inget simbok di rumah. Kangen sama sambal tomat plus terasi. Dimakan sama nasi liwet plus timun uwenak tenan. halah malah dadi lapar…

  44. qzink666 on

    Sambal itu makanan apa sih, om??:mrgreen:
    btw, met hari Kartini..

  45. Okta Sihotang on

    sambal belacan + cabe 1 truk….
    pedasnya..ajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip, bisa buat tubuh terbakar…
    *emang bisa yak??*

  46. goop on

    GR
    wah, kita sama dong😛
    *toss*

    sandemoning
    iya bro, itu perpaduan sempurna…
    btw, kok timun yo, lah lauke opo?
    tempe goreng, tahu opo lele gorang?

    qzink666
    ah sayang dikau tidak mengerti sambal👿

    oktasihotang
    hahaha
    cabe 1 truk, bisa kali, tapi ya ngga sekaligus😛

  47. venus on

    pernah coba sambel jlantah? sambel trasi ditambah bawang merah (mentah) plus jlantah. lauknya tahu atau tempe goreng.

    ibumu hebat banget ya? aku gak sehebat ibumu, masih rewel dengan ini itu, ngomel2 kalo koneksi internet lagi kacau (haha!), but you know, i’m doing my best, just like any other mom on planet earth.

    *jadi kangen ibuku juga, hiks…*

  48. goop on

    venus
    iya mbok, biasanya kalau di tempat saya, sambal bawang ditambah jlantah😛 kok ya enak ya, padahal itu kan minyak goreng sisa,hihi
    setiap ibu hebat kok! bukankah mengandung, kemudian melahirkan itu sebuah hal yang ajaib? belum lagi menyusui…
    hanya barangkali, berbeda dalam mengungkapkannya saja, gitu ga ya?

  49. zen on

    isabel allende –istri salvador allende yg legendaris itu– pernah menulis ttg kuliner di chile. pada salah satu pasasenya, ia bilang: “memakan sambal yg pedas saat perut sedang tak siap itu seperti naik kapal di tengah samudera: orang bisa muntah tp setelahnya perut bersih, seperti batin yg berhari-hari hanya melihat laut tak bertepi dan kemudian menyaksikan pantai yang rapi dan bersih.”

  50. jumawa on

    belajar bikin sambel dulu sebelom merid ah ….

  51. goop on

    zen
    saya bahkan tidak mengira akan sebegitu dahsyatnya efek dari sambal, berarti seperti perasaan lega bukan?😛
    terima kasih mas

    jumawa
    yupe, mendukung:mrgreen:

  52. cK on

    saya gak kuat makan sambel.:mrgreen:

    ah…pengorbanan setiap ibu begitu besar untuk anaknya.

  53. goop on

    ck
    kok banyak yang ga kuat makan sambal kenapa ya?
    ah, padahal enak sekali😛
    yupe, ibu-ibu memang luar biasa, dan nona cK sudah siap?:mrgreen:

  54. ratutebu on

    bisa ajah uncle nyambungin sambal ke ibu.. aku juga hobby bgt makan sambal.. sambal terong penyet buatan ibuku paling enak seluruh dunia.. hehehehe.. ternyata bisa jugah saiia nyambungin sambal ke ibuuu..

    *kangen IBU mode ON*

  55. warmorning on

    mm.. bisa minta kirimin smabalnya gak sekali-kali, soalnya saya fans berat sambel…🙂 titip salam saja untuk ibu mas yg hebat itu..

  56. cempluk on

    mas, saya juga mau sambal bikinan ibu nya ?? kirim ke surabaya ya…

    met hari kartini buat perempuan di Indonesia…

  57. Nazieb on

    Shit!!! Lagu itu selalu sukses membuat saya menangis!!!😥

    Kangen mamah…😥

  58. g173cs on

    ah, jadi ingat ibuku paman, sedih hiks hiks…..
    kalo pulang mau lebaran mesti ditanya sama ibuku, mau dimasakin apa?
    aku ga minta rendang atau ayam bakar tapi..
    lalapan komplit, sambel terasi sama ikan asin hehehe….
    maklum di jogja langka menu kayak gini di warung2

  59. goop on

    ratutebu
    ngga sukar kan? nyambungin sambal sama ibu-ibu,hihi krn memang ini ahlinya ibu-ibu…

    warmorning
    iya ntar disalamin,hihi suka sambal juga ya? ibu njenengan pasti juga hebat, kan?😛

    cempluk
    wah, ntar saya kirim file deh,hihi…

    nazieb
    idih…masak nangis si zieb…malu duong,hehe…

    g173cs
    wuah… deket juga ya, dengan ibunya..
    ngga nyangka euy…hihi

  60. kabarihari on

    saya langsung jadi lapar paman, sambel tomat ama bandeng goreng mmm..
    sekarang sih yg selalu saya nikmati sambel bikinan mertua. meski sebetulnya kalah ama bikinan ibu, tapi ya ngga apa beliau juga ibu saya juga.

    *wah saya telat banget komen di sini ya?

  61. goop on

    kabarihari
    ah ngga ada yang telat kalau koment mah😛
    ah ya, sambal bikinan istri bagaimana mas?hihi

  62. eve on

    paman goop, kok nggak apdet2 tho?

  63. ulan on

    weh om goop ibu kita punya karier yang sama…. hohohoohoho…
    ooo jadi ibu nya om goop paling cantik ya serumah??
    aku kira malah om goop yang paling…

    *lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*

  64. goop on

    eve
    hihi…
    memangnya kenapa mbak?:mrgreen:

    ulan
    paling cakep, dan pinter maksudnya mbak?
    iya memang…

  65. Chiw on

    huuu… ga apdet apdet… 👿

  66. escoret on

    siki kost ning ndie bos..???

  67. goop on

    ciw
    malas buk😀

    escoret
    ning sekayu, skitar jalan pemuda iku dab😀

  68. nurdin on

    bolak balik ke sini ternyata blm ada yg baru, ya? *sibuk nih….*

  69. goop on

    haha…
    begitulah mas, sibuk membaca dan tiada ide😀
    bisa membantu saya?😳

  70. John Etawa on

    Sambal ya pedas…ya manis yang pesing ( sambel trasi)
    he he

  71. Latip on

    Nah Blog Ku yang Bukan Blog ini mungkin jadi ide Mas….

  72. edy on

    hoiii apdet!!
    apa nunggu pindahan ke blog baru?

    *siyulsiyul*

  73. dEEt on

    hhmm…

    bakal ada syukuran rmh baru nih..🙄

    *gelar tiker, nunggu undangan*

  74. wennyaulia on

    mumpung lum diapdet
    tak komen dulu😀

    omelan dari ibu emang sering dirindukan juga:mrgreen:

  75. goop on

    johnetawa
    mhehe…😆
    ada yang pesing juga ya?hihi

    latip
    iya mas, makasih tawarannya…
    sedang saya suruh ide jalan-jalan tuh😛

    edy
    arghhh, ente memang😥

    deet
    wakaka…
    undangan apaan dt? mau bika ambon *hayah*

    wennyaulia
    iya mbak, kadang sengaja nakal
    hanya untuk mendapatkan beberapa omelan, hihi
    makasih mbak😀

  76. insansains on

    ^_^ Whats?? SAMBAL? Sesuatu yang paling saya jauhi..!!

    btw.. sebuah tulisan yang enak dibaca.

    salam kenal.

  77. ucrit on

    SAMBEL ITU SIH HAL SPELE , , , TIBANG SAMBEL AJA DI PERMASALAHIN CAPE DEEEEEEEEEEEEEEH ! ! !

  78. elsa ramadhani on

    aaq sangat sayang ma ibu

  79. tika on

    Ibu, adalah seseorang yang benar2 harus qt hrmati, bhkn Nabi Muhammad pun mengatakan, bhwa berbakti pada Ibu itu 3:1 dgn bpk.
    segalak apapun Ibu, bliau tetap yang t’baik.
    btapa mulianya y jadi wanita, karena setiap wanita pasti akan mejadi seorang Ibu…
    I luv my Mom..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: